TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Apakah Properti Pulih Tahun Ini?

Achmad Adhito
7 April 2021 | 12:13
rubrik: Ekonomi
FOTO – 30.137 Pekerja di Jakarta Kena PHK

Perkantoran Jakarta (Foto: Rendy MR/TopBusinesss)

Jakarta, TopBusiness—Pasar properti nasional, setelah terdampak oleh Covid-19, mendapatkan kemungkinan pemulihan pada tahun 2021 ini. “Ada potensi pemulihan, namun sekaligus kita tidak bisa terlalu optimis,” kata Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto, dalam paparan hasil riset terbaru yang berlangsung secara virtual pada hari ini.

Ferry mengatakan bahwa pemulihan pasar properti nasional ditentukan oleh dua hal utama. Yang pertama, adalah penanganan Covid-19 di Indonesia. Adapun faktor yang kedua, adalah pemulihan ekonomi nasional.


“Kalau dua faktor tersebut berhasil,” Ferry berkata, “akan otomatis bahwa pasar properti nasional pun bergerak mengikuti. Dalam hal tersebut, gerakan pemulihan pasar properti terjadi setelah dua hal tersebut terjadi lancar.”

Adapun kinerja pemulihan setiap sektor properti tidak akan sama. Sektor yang paling terdampak oleh Covid-19 adalah perhotelan dan ritel. “Pulihnya dua sektor tersebut ditentukan oleh terjadinya kekebalan massal terhadap Covid-19 secara nasional. Dua sektor tersebut kan sangat ditentukan oleh tingkat mobilitas masyarakat,” kata Ferry lagi.

Kemudian, dalam paparan tersebut, Ferry menjelaskan kondisi terkini sejumlah sektor properti. Antara lain, di properti perkantoran Jakarta. “Tingkat hunian perkantoran Jakarta untuk 2021, kami proyeksikan di 77% sampai 79%. Maka sedikit lebih rendah daripada 2020 yang 80% sampai 81%.”

Kecenderungan untuk WFH (work from home) pun membuat sejumlah perusahaan mengurangi ruang yang disewa. Hal tersebut berpotensi mengurangi tingkatnya hunian perkantoran Jakarta untuk masanya mendatangnya.

Adapun untuk pasar apartemen di Jakarta, pada kuartal pertama 2021, angka penjualannya hanya sebanyak 420 unit. Angka tersebut lebih rendah daripada di kuartal empat tahun 2020.

Bagaimana dengan tingkat serapan apartemen? Ferry menjelaskan bahwa level serapan untuk kuartal pertama 2021 sebesar 87,1% atau -0,12% daripada kuartal sebelumnya.

BACA JUGA:   ISO untuk Manajemen Fasilitas Properti Belum Banyak Dilirik

“Namun, kalau perbandingan year on year dengan kuartal pertama 2020, ada kenaikan penyerapan sebesar 0,08%.”

Tags: colliers indonesiadampak covid-19ferry salantopasar properti
Previous Post

WIKA Jelajahi Pasar Global

Next Post

Coworking Space Bidik Juga Perusahaan Non-Startup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR