TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bisnis Ponsel Positif di 2020, Laba ERAA Naik Dua Kali Lipat

Busthomi
8 April 2021 | 08:13
rubrik: Capital Market
Bisnis Ponsel Positif di 2020, Laba ERAA Naik Dua Kali Lipat

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness  – PT Erajaya Swasembada, Tbk (ERAA), salah satu perusahaan distributor dan retail handset terbesar di Indonesia, baru saja merilis laporan keuangan tahun 2020.

Ternyata, di masa pandemi COVID-19 sepanjang 2020, ERAA berhasil menjaga bahkan mencatatkan pencapaian kinerja yang sangat memuaskan dengan pertumbuhan laba untuk entitas induk sebesar 107,4% secara year on year (yoy) dan peningkatan pendapatan sebesar 3,5% (yoy).

Tercatat, untuk laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertumbuh sebesar 107,4% (yoy) dari Rp295,1 miliar di tahun 2019 menjadi Rp612 miliar di tahun 2020. Dengan penjualan yang terkerek sebesar 3,5% (yoy) dari Rp32,9 triliun di tahun 2019 menjadi Rp34,1 triliun di tahun 2020.

Adapun untuk pertumbuhan margin kotor perusahaan juga naik, dari 8,6% di tahun 2019 menjadi 10% di tahun 2020 lalu.

Hasan Aula, Wakil Direktur Utama ERAA mengungkapkan, perseroan berhasil mempertahankan momentum kinerja di tahun 2020 dengan terlihatnya peningkatan laba bersih sebesar Rp 612,0 miliar, atau bertumbuh lebih dari 2x lipat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 295,1 miliar.

Di samping itu penjualan juga bertumbuh 3,5% (yoy) menjadi Rp 34,1 triliun. Pencapaian yang luar biasa ini adalah hasil dari penerapan strategi korporasi yang tepat untuk bisa terus maju dan berkembang di masa-masa yang menantang, seperti halnya kondisi pandemi yang dialami sepanjang tahun 2020 lalu.

“Kita juga tidak bisa mengingkari bahwa ini adalah hasil inovasi, komitmen, fokus dan kerja keras team kami untuk mendorong penjualan dan memanfaatkan semua peluang yang ada, dengan utilisasi solusi digital yang tepat,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/4/2021).

Selain itu, kata dia, perseroan juga melihat bahwa momentum penjualan smartphone dan ekosistemnya cukup positif, didorong juga dengan peningkatan minat atas produk-produk elektronik dan teknologi lainnya, seperti Internet of Things (IoT).

BACA JUGA:   Meski Segmen Otomotif Melorot, Astra Group Masih Bukukan Laba Bersih Rp25,9 Triliun

Di tahun 2020, perseroan uga melihat perubahan iklim industri handset di Indonesia sebagai dampak diberlakukannya aturan IMEI di bulan September 2020. Perseroan, sebagai salah satu pelaku usaha handset official di Indonesia, sangat menyambut baik pemberlakuan aturan tersebut, karena akan membuat peta persaingan menjadi lebih sehat dengan harga menjadi lebih terkontrol dan stabil.

“Ini berdampak pula ke peningkatan margin perseroan, yang tentunya akan meningkatkan pendapatan laba perseroan secara keseluruhan,” imbuh Hasan.

Strategi Korporasi

Beberapa strategi dimaksud yang sudah dilakukan perseroan adalah, pertama, membangun kapabilitas omnichannel dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti inisiatif O2O, mobile selling, layanan EraExpress, Click ‘n Pick-Up, program promosi berbasis online platform e-commerce maupun official store di marketplace.

Kedua, ekspansi footprint retail sehingga total outlet mencapai 1.053 toko, 88 channel distribusi dan kerjasama dengan lebih dari 65.000 reseller.

Ketiga, pengembangan bisnis di luar core bisnis gadget dan peningkatan fokus pada produk-produk Internet of Things dan ekosistem-nya dan ekspansi ke business vertical baru yang berpotensi memberi kontribusi positif kepada perusahaan. Partnership dengan merek-merek terkemuka seperti Garmin, DJI, GoPro terus ditingkatkan.

Adapun, beberapa faktor eksternal yang menciptakan kondisi makro yang kondusif sepanjang tahun 2020, antara lain, pertama, diberlakukannya registrasi IMEI oleh pemerintah Indonesia per September 2021 menciptakan peta bisnis yang lebih kondusif dan sehat.

“Dengan kestabilan harga karena hilangnya barang BM (black market), pengusaha kecil-menengah, seperti dealer dan retailer, dalam network Perseroan dapat menjalankan bisnis dengan lebih tenang dan stabil.”

Kedua, pembatasan kegiatan sosial selama masa pandemi, termasuk diadakannya kegiatan WFH (work from home) dan SFH (school from home) meningkatkan kebutuhan akan perangkat pendukung yang mumpuni dan berkualitas.

BACA JUGA:   Ditopang Kredit hingga Rp179,4 Triliun, Bank SMBC Raih Laba Rp2,8 Triliun di 2024

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan shareholder value, dengan menjalankan corporate actions yang tepat sasaran dan memanfaatkan faktor-faktor eksternal yang membuka opportunity baru dengan inovasi dan penggunaan teknologi yang tepat untuk mendukung core business kami, serta secara jeli menangkap peluang bisnis baru, agar dapat memberikan performa yang stabil serta peningkatan pelayanan kami di masa mendatang,” tutupnya.

FOTO: Istimewa

Tags: bisnis ponselERAAkinerja keuanganPT Erajaya Swasembada Tbk
Previous Post

BEI Hentikan Sementara ZBRA

Next Post

IHSG dalam Bayangan Bearish

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR