Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Senin (19/04/2021) diproyeksikan bergerak flat.
Dalam laman samuel.co.id, soal tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, menyatakan bahwa pada penutupan pekan lalu (16/04/2021) pasar AS bergerak menguat, masih terikat pada zona all-time high. Indeks Dow Jones menguat 0,48%, diikuti S&P 500 (0,36%), dan Nasdaq (0,10%). Terjadi pada Yield UST 10Y yang lalu ditutup turun 9,3 bps menuju level 1,573%, terendah dalam 1 bulan terakhir.
Di sisi lain, indeks dolar turun 0,66% dan berada di level 91,556, juga merupakan terendah dalam 1 bulan terakhir. Tertekan kedua indikator tersebut terjadi setelah ketua bank sentral AS (The Fed), Jerome Powell, pada Rabu lalu menyebutkan perekonomian AS memang sudah membaik, dan inflasi juga akan terus naik.
Dari dalam negeri, terjadi penambahan 4.585 kasus baru COVID-19 pada hari Minggu (18/4) (Sabtu: 5.041 kasus) dengan tingkat positif sebesar 14,7% (Sabtu: 11,2%). Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 1,60 juta kasus COVID-19 di Indonesia, dengan 1,45 juta, diantaranya, sembuh (tingkat pemulihan 90,7%).
Terkait vaksinasi, sejauh ini 10,8 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 (+27 ribu pada Minggu) dan 5,9 juta telah menerima dosis kedua (+21 ribu pada Minggu), merefleksikan 6,0% dari total target.
IHSG menguat 0,26% selama sepekan lalu, dan bergerak menguat 0,11% pada hari Jumat (18/4) ke level 6.086. Selama sepekan lalu, tercatat net buy sebesar Rp 838 miliar, dan Jumat lalu terjadi net buy Rp 251 miliar. Sentimen yang dapat diperhatikan dari dalam negeri pergerakan rupiah, yang melemah selama 9 pekan beruntun, saat ini berada di level Rp 14.560/USD, dan pekan ini terdapat rapat dewan gubernur (RDG) BI, terkait kebijakan suku bunga Indonesia (prev: 3,5) %, kontra: 3,5%).
“Untuk IHSG pada hari ini kami perkirakan masih akan cenderung berkonsolidasi dan bergerak datar, namun terdapat potensi penguatan, melihat yield UST 10Y yang menurun, dan menguatnya harga komoditas,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
