Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan berbalik kembali ke pelemahan. Kondisi ini dipicu masih adanya sinyalemen negatif yang menyeret Indeks.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG berhasil ditutup menguat 0.11% di level 6086.56 pada perdagangan Jumat, 16 April 2021 lalu. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif.
“Sementara itu, Stochastic dan RSI juga masih berada di area netral. Dan diperkuat lagi dengan kembali terlihatnya pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG,” tutur Nafan di Jakarta, Senin (19/4/2021).
Dengan kondisi tersebut, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance maksimum IHSG diproyeksi akan berada pada rentang 6027.60 hingga 6167.72.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– AKRA, dengan daily (3130). RoE: 8.76%; PER: 13.71x; EPS: 231.23; PBV: 1.21x; Beta: 1.74. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 3110 – 3130, dengan target harga secara bertahap di level 3290, 3420, 3600, 4010 dan 4420. Support: 3090 & 2970.
– ASII, dengan daily (5250). RoE: 8.27%; PER: 13.72x; EPS: 399.11; PBV: 1.13x; Beta: 0.81. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 5100 – 5300, dengan target harga secara bertahap di level 5550, 5700, 5850, 6000, 6650 dan 7775. Support: 5000.
– BBTN, dengan daily (1580). RoE: 8.02%; PER: 10.35x; EPS: 152.61; PBV: 0.83x; Beta: 2.41. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 1560 – 1580, dengan target harga secara bertahap di level 1695, 1750, 2000, 2250 dan 2500. Support: 1505.
– DSNG, dengan daily (590). RoE: 7.65%; PER: 13.01x; EPS: 44.97; PBV: 1.00x; Beta: 0.5. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 580 – 590, dengan target harga secara bertahap di level 620 dan 720. Support: 565.
– LPCK, dengan daily (1185). RoE: 7.43%; PER: 3.92x; EPS: 302.44; PBV: 0.29x; Beta: 2.6. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1165 – 1185, dengan target harga secara bertahap di level 1260, 1355 dan 1450. Support: 1165 & 1070.
– WSKT, dengan daily (3360). RoE: -44.51%; PER: -1.90x; EPS: -542.54; PBV: 0.84x; Beta: 3.03. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 3330 – 3360, dengan target harga secara bertahap di level 3540, 4040 dan 4540. Support: 3330, 3260 & 3040.
FOTO: TopBusiness
