TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Implementasi BIM, Hutama Karya Group Optimis Sambungkan Pekanbaru ke Bangkinang

Albarsyah
6 May 2021 | 12:05
rubrik: BUMN
Implementasi BIM, Hutama Karya Group Optimis Sambungkan Pekanbaru ke Bangkinang

Jakarta, TopBusiness – Memasuki Triwulan II tahun 2021, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya)  bersama dengan Anak Perusahaan-nya yakni PT HK Infrastruktur (HKI) dan PT Hakaaston (HKA)  terus melanjutkan pembangunan dalam menyelesaikan mandat Pemerintah Indonesia untuk membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) khususnya ruas Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang  40 Km. 

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menyampaikan bahwa pesatnya pembangunan Tol  Pekanbaru – Bangkinang ini tak lepas dari dukungan pihak-pihak terkait. “Di awal bulan April lalu,  kami mendapatkan kesempatan istimewa yaitu kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke proyek  Tol Pekanbaru – Bangkinang. Sebagai lembaga legislatif yang memiliki peran penting dalam  percepatan pembangunan proyek ini, Alhamdulillah semua mendukung, proyek pun berjalan sesuai  target yang telah ditentukan. Hingga saat ini, progres konstruksi Tol Pekanbaru – Bangkinang telah  mencapai 64% dan kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses  pembebasan lahan. Sehingga jika lahan sudah bebas secara keseluruhan, konstruksi dapat terus kita  lakukan.” tutur Koentjoro, dalam keterangan resmi kepada TopBusiness.id.

Lebih lanjut Koentjoro menjelaskan bahwa dalam konstruksi jalan tol ini, HK Group telah  mengimplementasikan teknologi Building Information Modeling (BIM). Hal ini selaras dengan arahan  Menteri PUPR dalam mendukung konstruksi digital Indonesia.

“Teknologi BIM saat ini sudah kita  gunakan hampir di seluruh ruas pembangunan JTTS, baik dalam fase perencanaan hingga fase  konstruksi. Tol Pekanbaru – Bangkinang menjadi ruas tol pertama yang menerapkan teknologi BIM  ini. Kami optimis dengan teknologi yang mumpuni tak hanya akan mempercepat pembangunan, namun  akan mempermudah pekerjaan di lapangan sehingga konstruksi Tol Pekanbaru – Bangkinang dapat  rampung segera di tahun ini.” jelas Koentjoro. 

BACA JUGA:   Freeport Indonesia turut Gaungkan Pesta Bola Surabaya

Di sisi lain, Direktur Operasi II HKI I Wayan Mandia menyampaikan bahwa implementasi BIM di  proyek Tol Pekanbaru-Bangkinang telah dilaksanakan dalam perencanaan main road, structure  (overpass, underpass, jembatan, box traffic, box drain), simulasi scheduling hingga perhitungan cost  estimating. “Dengan menggunakan BIM, proses approval dokumen dapat dilakukan dimana saja dan  kapan saja. BIM ini juga sudah dapat digunakan sebagai pembanding antara perencanaan dengan  realisasi di lapangan baik dari segi volume pekerjaan, biaya, maupun penjadwalannya.” terang Wayan. 

Dengan adanya BIM, diharapkan proses konstruksi bisa menjadi lebih efisien. Pekerjaan yang  seharusnya dikerjakan oleh sejumlah orang dalam waktu tertentu bisa dikerjakan menggunakan sistem  BIM dalam waktu yang relatif lebih singkat. “Salah satu contohnya yaitu pada proses pembuatan  gambar kerja, Bar Bending Schedule, dan perhitungan volume yang biasanya dikerjakan olah satu orang  memakan waktu sekitar 24 hari untuk pekerjaan main road dan 17 hari untuk pekerjaan main structure,  tetapi dengan adanya BIM ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 13 hari.” tutup I Wayan Mandia.

Masih dari sisi konstruksi, HKA selaku penyuplai Ready Mix, PCI Girder, Barrier dan Beton Pracetak  memastikan bahwa kebutuhan material untuk konstruksi jalan tol ini tercukupi sesuai target dengan  kualitas produk lokal yang sangat baik. Sekretaris Perusahaan HKA Aditya Nur Rahadi menyampaikan  bahwa Unit Produksi (UP) HKA di Bangkinang telah menyelesaikan 91,5% pekerjaan terhadap kontrak.  “Sejak pertama kali beroperasi pada November 2019, UP yang terlibat pada proyek JTTS Tol  Pekanbaru – Bangkinang ini telah selesai berproduksi pada Februari 2021 lalu dan kami menargetkan  akan selesai seluruh pekerjaan lapangan non-produksi pada Oktober 2021,” ujar Aditya. 

BACA JUGA:   Paruh I, PT KBI Catatkan Pertumbuhan Laba hingga 40,6%

Adapun produk yang dihasilkan oleh UP Bangkinang hingga Februari 2021 adalah 92 bentang  Prestressed Concrete I (PCI) Girder yang digunakan dalam struktur jembatan, 73.100 meter Barrier  untuk pembatas median jalan tol, dan Saluran Beton Pracetak DS-6A (Uditch) sepanjang 6000 meter yang digunakan sebagai saluran drainase di bagian tepi jalan tol.

“Saat ini pekerjaan yang tersisa adalah  stressing PCI Girder pada 3 lokasi overpass, 2 lokasi underpass, dan pekerjaan pemasangan saluran  DS-6A sepanjang 5.591 meter yang ditargetkan akan selesai seluruh pekerjaan pada Oktober 2021  mendatang,” tutup Aditya Nur Rahadi Sekretaris Perusahaan HKA. 

Optimisme rampungnya Tol Pekanbaru – Bangkinang di tahun 2021 juga disampaikan oleh Wakil  Ketua Komisi VI DPR RI Arya Bima saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR  RI ke proyek tol pada 7 April 2021 silam. “Komisi VI hari ini melihat langsung progres pembangunan  jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang, sejauh ini sudah berjalan bagus dan sesuai target, aspalnya juga  baik. Tentu kita ingin agar proyek ini segera rampung karena dapat mempermudah akses masyarakat  dan mobilitas barang.” tutur Arya Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI. Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang ±1.065 Km dengan 534 Km ruas konstruksi dan 531 ruas operasi. Adapun ruas yang telah beroperasi secara  penuh yakni Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (141 Km), Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang  – Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Medan Binjai (17 Km), Tol  Pekanbaru – Dumai (132 Km), Tol Sigli – Banda Aceh seksi 3 Jantho – Indrapuri (16 Km) dan seksi 4  Indrapuri – Blang Bintang (14 Km). 

BACA JUGA:   Wamenkeu Suahasil Sebut Program 3 Juta Rumah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Foto: Istimewa

Previous Post

Pengembangan Bendungan Sukamahi menjadi Taman Ekowisata Kawasan Puncak Bogor

Next Post

Gema Ramadhan, DAHANA Bagikan Seribu Paket Buka Puasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR