Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Ronggolawe Sukses Mandiri (Perseroda) Kabupaten Tuban atau RSM dalam dua tahun belakangan ini boleh dibilang cukup membanggakan. Padahal, umur perseroan masih belia, tepatnya baru berdiri sejak empat tahun lalu atau Januari 2017.
Namun ternyata, berkat kegigihan dan kerja kerasnya para pekerja serta adanya inovasi dari pimpinan atau CEO, kini PT RSM sudah memiliki sesuatu yang membanggakan, kendati masih terus berproses. Salah satunya adalah, sebagai BUMD milik pemerintah daerah sudah bisa menyetor pendapatan asli daerah (PAD) ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur untuk pertama kalinya.
“Kontribusi kami sebagai BUMD PT RSM yang dirasakan oleh daerah adalah dapat melakukan setoran PAD dari hasil kinerja 2020. Selain itu juga, kami menjadi jembatan produk UMKM dengan melibatkan produk UMKM di semua acara Pemkab, membuat terobosan dengan menciptakan angkutan lingkungan sebagai solusi angkuatan di malam hari dan memfasilitasi semua produk lokal dalam satu toko online yang dibuat oleh BUMD,” papar Direktur Utama PT RSM, Amin Jaya.
Pernyataan Amin itu disampaikan dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilakukan secara virtual, Kamis (6/5/2021).
PT RSM sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2021. TOP BUMD Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan institusi yang kompeten di bidangnya.
Di depan Dewan Juri, Amin memaparkan keberhasilan BUMD yang dikelolanya. Antara lain, kiprahnya tersebut tak lepas dari performa perusahaan yang dalam dua tahun ini sudah bisa meraup keuntungan. Padahal di awal-awal berdiri, mengalami kerugian yang tak sedikit. Berkat kegigihan manajemen dan inovasi yang dijalaninya, kinerja keuangan PT RSM pun mulai membaik. Dari sisi asset, pendapatan, dan laba meroket ratusan persen.
Untuk asset perusahaan di tahun 2019 lalu melonjak sebesar 292% dibanding 2018. Kemudian untuk pendapatan perusahaan di tahun 2019 meningkat 14,1% dibanding tahun sebelumnya. Dan untuk pendapatan tahun 2020 lalu juga melambung lagi hampir 900% dibanding 2019.
“Adapun untuk laba-rugi perusahaan di tahun 2019 lalu mengalami perbaikan 856% dari 2018. Dan di tahun 2020 lalu, labanya mengalami perbaikan hampir 200% dari 2019,” jelas dia.
PT RSM sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa dengan beberapa produk usahanya adalah, antara lain, bongkar muat di pelabuhan, supply air ke kapal, serta jasa kepelabuhan lainnya. Selain itu juga ada unit usaha jasa untuk beberapa pekerjaan di dunia industri (pabrik), usaha angkutan lingkungan, industri kreatif kreasi nusa & serta pengembangan aplkasi SIPlah (untuk jasa pengadaan barang khusus sekolah).

Perusahaan sendiri dirikan berdasarkan Perda No. 14 Tahun 2014. Dan sebagai salah satu BUMD atau berstatus Perseroda di Kabupaten Tuban yang resmi beroperasi mulai Januari 2017. Dengan proporsi usaha 90% mencari keuntungan dan 10% pelayanan publik.
Kendati perusahaan baru, selain dari sisi kinerja keuangan yang cukup membanggakan, ada juga hal lain yang dinilai sukses. Di 2020 lalu, PT RSM dikategorikan sebagai salah satu perusahaan dengan “zero accident” oleh Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja Pemprov Jawa Timur.
Lalu, di tahun yang sama, PT RSM juga dikategorikan sebagai salah satu perusahaan berkinerja baik dan mampu bertahan di era new normal oleh Indonesia Development Achievement Foundation (IDAF).
Selanjutnya, berdasarkan hasil audit keuangan independent dari Kantor Akuntan Publik Supoyo, Sutjahjo, Subyantara & Rekan, dengan opini Wajar Dalam Pengecualian (WDP) untuk laporan keuangan akhir tahun 2017, 2018, 2019. Dan untuk tahun 2020 masih dalam proses audit hingga saat ini. Mengingat perusahaan ini adalah perusahaan masih baru beroperasi 4 tahun.
Inovasi Era New Normal
Perusahaan yang menganut nilai-nilai seperti ‘everyone in company is a marketer atau semua orang dalam perusahaan adalah pemasar terbaik produk atau jasa perusahaan’ ini, kata Amin, memiliki beberapa terobosan dan inovasi di era new normal. Antara lain adalah, dengan adanya pengetatan kunjungan secara fisik, perusahaan mengubah haluan dengan mengoptimalkan pendekatan secara online, virtual dan melakukan bisnis yang selaras dengan tahun 2020.
“Bisnis yang selaras di 2020 tersebut adalah dengan mengoptimalkan bisnis berbasis teknologi melalui SIPlah dan aplikasi tokotuban.com serta memasok kebutuhan pokok karena paling dibutuhkan di tahun 2020,” kata dia.
Dalam aktivitas tersebut, dia mencontohkan, untuk toko online yang dibuat itu untuk mengembangkan bisnis perdagangan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok warga Tuban dengan sistem delivery order dengan melibatkan produk UMKM.
Selain itu, di tahun lalu, perusahaan juga lebih fokus pada bidang usaha yang dijalankan dengan memangkas jumlah divisi bisnis dari lima divisi menjadi tiga divisi saja, meski begitu tetap lebih produktif.
“Kebijakan ini banyak menguntungkan, antara lain bagi UMKM di Kabupaten Tuban lebih diuntungkan karena terfasilitasi oleh sistem penjualan online yang dibuat oleh BUMD yakni tokotuban.com itu. Hal ini selaras dengan misi perusahaan sebagai jembatan UMKM dalam terobosan pemasaran produk UMKM yakni membuat paket oleh-oleh khas Tuban dari masing-masing kantor dinas dengan distribusi barang dari UMKM, bukan membeli di toko atau swalayan,” terang dia.
Selanjutnya, kata dia, , pihaknya melakukan beberapa restrategi sepanjang masa pandemi Covid-19 itu, antara lain, melakukan pengetatan keuangan (low cost finance management); ekspansi pada jenis produk yang dibutuhkan di masa pandemi (alat kesehatan & kebutuhan pokok yang ditangani oleh unit usaha jasa); membuat aplikasi toko online untuk membantu produk UMKM serta pemenuhan delivery order cepat kepada pelanggan.
“Dan juga, dengan menguatkan jaringan pemasaran melalui pembuatan task force pemasaran yakni tenaga pemasaran mengoptimalkan pendekatan & relationship pribadi agar pelanggan terus setia dengan produk perusahaan,” terang Amin.
Target 2021
Adapun untuk tahun 2021 ini, pihaknya memiliki strategi seperti efektivitas personal selling & networking dari divisi bisnis (pemasaran) perusahaan; remarketing produk perusahaan (online & offline); low cost management & penguatan cash plow bulanan perusahaan; beroperasinya optimal unit bisnis penghasil pendapatan rutin bulanan; sudah berjalannya SOP & PP Perusahaan; dan menjadi mitra pekerjaan besar (utama) dari Proyek Nasional di Tuban.
Selain itu, dengan mengusung beberapa taktik bisnis yakni me-minimize perekrutan karyawan baru dengan mengoptimalkan karyawan yang sudah ada, juga diutamakan spesialis kompeten di bidangnya, yakni mampu mengembangkan pemasaran produk perusahaan & mampu menjalin kemitraan dengan semua vendor & klien kerja perusahaan.
Selanjutnya, diharapakn sudah beroperasinya Kreasi Nusa, Angling, SIPlah & distribusi beras ASN yang profitable sesuai target perusahaan; launching website perusahaan dan dapat menjalankan e-commerce trading; dan lain sebagainya.
Lebih jauh ditegaskan Amin, pihaknya juga terus merancang bisnis perusahaan dengan bakal membentuk beberapa anak usaha ke depannya, sehingga nantinya posisi RSM akan menjadi holding-nya atau perusahaan induk. Antara lain, ada tiga anak usaha yang bakal didirikan, yaitu anak usaha di sektor bongkar muat kepelabuhan, anak usaha pakan ternak, dan anak usaha di sektor kesehatan.
“Untuk anak usaha di bidang kesehatan itu, kami sudah memiliki proyek untuk membangun rumah sakit berkelas internasional di Tuban dengan menggandeng Serco Asia Pasifik yang berkedudukan di Australia, yang MoU-nya sudah ditandatangani pada November 2020 lalu. Kami juga akan buat kilang minyak dan perusahaan pakan ternak di Tuban,” beber Amin
Dengan adanya proyek besar ini, dia berharap, tidak hanya bisa memfasilitasi warga Tuban saja, namun juga warga kabupaten tetangga untuk mendapat fasilitas modern. Terutama dari kehadiran rumah sakit bertaraf internasional itu. “Jadi, side effect-nya tentu saja untuk membangkitkan perekonomian Tuban,” pungkas dia.
FOTO: Istimewa
