Jakarta, TopBusienss – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal akan kembali tertahan di zona merah. Hal ini lantaran masih cukup kuatnya sentiment negatif yang bisa mengganjal Indeks.
Menurut Lanjar Nafi Equity Technical Analyst Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, pada perdagangan Jumat (21/5/2021) akhir pekan lalu, mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat kecuali indeks CSI300 (-1.01%) yang turun sepersen.
Sementara Indeks Nikkei (+0.78%), TOPIX (+0.46%) dan HangSeng (+0.03%) di zona positif. Hal ini lantaran China kembali mengulangi peringatan untuk menindak penambang cryptocurrency sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan risiko keuangan.
Adapun untuk IHSG (-0.42%) ditutup turun 24.48 poin kelevel 5773.12 dengan saham ASII (-2.4%), TLKM (-1.2%), CPIN (-3.1%) dan BRIS (-3.6%) menjadi penekan hingga akhir sesi perdagangan setelah sebelumnya menguat optimis.
“Investor mengambil langkah aman pasca laporan posisi dari transaksi berjalan indonesia yang kembali difisit sebesar USD 1 miliar atau sebesar 0.4% dari PDB setelah triwulan sebelumnya mencatatkan surplus sebesar 900 Juta USD atau sebesar 0.3% dari PDB. Pertumbuhan aktivitas import yang lebih tinggi dari ekspor menjadi faktor utama,” kata dia, dalam hasil risetnya, Senin (24/5/2021).
Bursa Eropa bergerak menguat kecuali FTSE (-0.02%) yang ditutup moderate. Indeks DAX (+0.44%) dan CAC40 (+0.68%) naik karena prospek pelonggaran lockdown dan data indeks kinerja sektor jasa mengisyaratkan pemulihan.
Sedangkan Indeks saham di Wallstreet bervariasi penguatan terjadi pada indeks DJI (+0.36%) dan pelemahan pada indeks S&P (-0.08%) dan NASDAQ (-0.48%) setelah investor terganggu pada perdagangan yang kembali bergejolak dalam aset berisiko tinggi seperti Mata uang Kripto ditengah kekhawatiran tentang prospek inflasi.
“Bitcoin sendiri melanjutkan aksi jualnya pada hari Jumat setelah China mengulangi peringatan bahwa pihaknya bermaksud untuk menindak penambangan cryptocurrency sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan risiko keuangan,” katanya.
Selanjutnya, investor sendiri masih terfokus pada harga komoditas dan mata uang kripto yang belakangan ini menyita perhatian investor hingga aksi tunggu investor domestik pada hasil pertemuan gubernur BI pada hari selasa esok.
“Secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level resistance moving Average 5 hari di ksiaran 5800. Pergerakan saat ini cukup rendah mendekati level support Moving Average 200 dan berhasil memantul pada level pivot fibonacci di kisaran 5740, sehingga peluang pergerakan rebound masih cukup berpotensi. Indikator Stochastic menjenuh pada area oversold dengan kondisi undervalue indikator MACD,” papar dia.
Dengan begitu, diperkirakan IHSG akan mengawali pekan dengan penguatan pada support resistance 5740-5850. Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AKRA, ANTM, ASII, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, IMJS, INCO, INDY, KLBF, TBIG.
FOTO: Rendy MR (TopBusiness)
