Jakarta, TopBusiness – Mengusung visi menjadi rumah sakit unggul, amanah, dan terpercaya di Indonesia, RSUD Palembang BARI terus berkiprah dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaiknya kepada seluruh lapisan masyarakat di Kota Palembang. Pandemi covid-19 nyatanya tak menyurutkan langkah manajemen RSUD Palembang Bari untuk berinovasi dan memberikan layanan prima kepada masyarakat.
Ini tentu sesuai dengan misi RSUD Palembang BARI yakni meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan berorientasi pada keselamatan dan ketepatan sesuai standar mutu berdasarkan pada etika dan profesionalisme yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Misi kedua kami adalah meningkatkan mutu manajemen sumber daya kesehatan. Dan, ketiga, menjadikan RSUD Palembang BARI sebagai rumah sakit pendidikan dan pelatihan di Indonesia,” kata Direktur RSUD Palembagn BARI dr. Hj. Makiani S.H.,M.M.,MARS dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilakukan secara daring, Selasa (26/5/2021).
Hadir pula dalam penjurian daring ini dr. Amalia (Kepala Bidang Pelayanan Medis), Septa Efrieni Putri ,S.E. Ak., M.Si (Kepala Bagian Keuangan dan Anggaran), Anna Novianti S.H (Kepala Subbagian Kepegawaian), dan Imron A.Md (Kepala Instalasi IT).
Dalam presentasinya, dr Makiani menjelaskan, RSUD Palembang BARI adalah badan layanan umum daerah (BLUD) milik pemerintah Kota Palembang yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Proporsi usaha BLUD ini adalah 16,5 persen meraih laba dan 83,5 persen untuk layanan publik atau sosial.
dr Makiani mengakui, pandemi covid-19 berdampak pada menurunnya tingkat kunjungan masyarakat ke RSUD Palembang BARI. Masyarakat takut mendatangi RS. Sebab itu, menurut dr Makiani, ada beberapa terobosan dan layanan unggulan yang dilakukan manajemen RSUD Palembang di masa pandemi ini.
“Rumah sakit kami batasi dengan dua layanan yaitu layanan PIE atau Penyakit Infeksi Emerging dan layanan non PIE dengan alur terpisah, sehingga masyarakat percaya untuk datang ke RS,” kata dia.
RSUD Palembang BARI juga mengembangkan lima layanan unggulan yakni Medical Check UP (MCU), Gastroenterohepatologi, Ortopedi, Rehabilitasi Medik, dan Intensif Pediatrik (PICU). Setiap layanan tersebut dilayani oleh dokter spesialis yang handal.
“Kami juga memiliki layanan Graha Eksekutif. Selain itu, ada layanan drive thru swab antigen dan PCR. Ada juga layanan MCU Onsite, swab antigen onsite, dan telemedicine,” kata dr Makiani.
Tak kalah pentingnya juga, RSUD Palembang BARI mendantangani MoU atau nota kesepahaman bersama dengan pihak asuransi, instansi dan puskesmas, serta rumah sakit lainnya. Selain itu, manajemen juga memperkenalkan aplikasi buatan tim IT internal RS yaitu BARI Mobile.
“Aplikasi ini untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan melalui pemanfaatan teknologi dengan informasi yang terkini. Selain juga memberi kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui aplikasi digital,” tutur dr Makiani.
Menurut dr Makiani, aplikasi BARI Mobile sudah terintegrasi dengan data NIK atau nomer induk kependudukan, sehingga dapat meningkatkan kecepatan pelayanan dalam proses verifikasi data. Untuk mempermudah dan mempercepat layanan, RSUD Palembang BARI sudah memiliki Anjungan Pendaftaran Mandiri untuk pendaftaran calon pasien.
Inovasi lainnya adalah penyediaan Anjungan Laundry Mandiri (ALMARI) di rumah sakit. Fasilitas ini untuk membantu pasien atau keluarga pasien untuk mencuci pakaian selama melakukan perawatan inap.
RSUD Palembang BARI juga juga sudah menerapkan aplikasi SIMARS (Sistem Informasi Manajemen Administrasi Rumah Sakit). Ini merupakan sistem informasi yang mengubah layanan manual menjadi elektronik mulai dari pendaftaran sampai mendapat obat melalui E-Resep, sehingga mempersingkat waktu tunggu layanan pasien di rumah sakit.
Layanan lainnya yang hadir di tengah pandemi ini adalah Jumputan Abang (Jemput Antar Pasien, Akses ke BARI Gampang). “Kita jemput pasien di sekitar RS yang akan berobat ke RSUD Palembang BARI,” ucap dia.
RSUD juga aktif melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat, yang antara lain dilakukan melalui acara Talkshow TV Lokal “Bincang Sehat Bersama RSUD Palembang BARI”. Ada juga Sitkom Informasi dan Edukasi “Keluarga Bokyah x RSUD Palembang BARI” .
Sedangkan terobosan atau inovasi di bidang human capital yang dilakukan oleh RSUD Palembang BARI terutama untuk tenaga dokter dan perawat. Pihaknya memberikan dukungan kepada tenaga dokter yang mengambil spesialis terutama untuk Spesialis Syaraf, Spesialis Anestesi, Spesialis Mata, dan Spesialis Anak Konsultan Emergensi dan Rawat Intensif Anak.
Demikian juga untuk perawat mengambil pendidikan lanjutan untuk Peminatan Bedah, Peminatan Anestesi dan Peminatan Kardiovaskular. “Sebagian besar perawat RSUD Palembang BARI telah berpendidikan Ners dengan rekomendasi dari rumah sakit,” kata dr Makiani.
Tak hanya memberi pelayanan kesehatan ke masyarakat, RSUD Palembang BARI juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Palembang yang tidak sedikit. Tahun 2019, kontribusi PAD dari RSUD ini mencapai Rp 58,9 miliar dan naik menjadi Rp 64,75 miliar pada 2020.
Kinerja bisnis RSUD Palembang BARI dalam dua tahun terakhir cukup baik dengan predikat AA dan A. Berkat kInerjanya yang sangat apik, RSUD ini tahun 2020 dianugerahi penghargaan dari BPJS Kesehatan sebagai RS Paling Berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN – KIS kategori RS Kelas B. Sebelumnya atau tahun 2019, RSUD Palembang BARI juga meraih penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik dengan Kategori “Sangat Baik”.

