Jakarta, TopBusiness—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparkref), Sandiaga Uno, mengatakan bahwa program WFB (Work from Bali) nantinya bisa berkembang lebih lanjut. Misalnya menjadi WFY (Work from Yogya), WFL (Work from Lombok), dan lain-lain. Bahkan ada juga usulan adanya WFG atau Work from Galery.
“Hal tersebut karena WFB merupakan bagian dari transfomasi ke remote worker, sebagai akibat dampak Covid-19,” papar menteri tersebut kemarin sore, dalam acara Liputan6 Talks.
WFB sejatinya adalah konsep remote worker. Saat berjalan di Bali melalui apa yang disebut WFB, konsep tersebut bisa menaikkan tingkat hunian hotel, tingkat pengeluaran belanja para tamu di Bali, dan lain-lain.
“Pertimbangan adanya WFB, adalah solidaritas kita untuk Bali, serta pemulihan ekonomi di pulau tersebut.”
Menparkref Sandiaga mengatakan bahwa dampak Covid-19, memang telah memercepat terjadinya transformasi tersebut. Dia menegaskan, “Bisa dikatakan bahwa work from destination adalah hal baru, yang berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan. Yakni masyarakat pariwisata yang terdampak Covid-19.”
Dikatakannya juga bahwa pihaknya akan all out untuk mendukung pulihnya pariwisata Bali. Begitu pula dengan pulihnya destinasi pariwisata yang lainnya.
Sementara itu, di kesempatan talk show yang sama, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah, mengatakan bahwa program WFB merupakan entry point yang baik untuk menaikkan level keyakinan publik saat dampak Covid-19 terus terjadi. “Jadi, dalam hal ini, WFB dilakukan secara komprehensif untuk mendongkrak ekonomi dan keyakinan masyarakat,” kata Trubus.
Ketika WFB berhasil mencapai tujuannya, bisa mengangkat nama Indonesia di dunia internasional pada masa Covid-19. “Maka dalam hal ini, WFB bukan sekadar menyangkut [pemulihan] di Pulau Bali,” Trubus menjelaskan.
Untuk berjalannya WFB, Trubus menambahkan, sudah tentu bahwa partisipasi publik pun perlu ada. Termasuk dalam hal tersebut yakni terkait pengawasan ke program tersebut.
