Jakarta-Thebusinessnews. Bank Indonesia berencana menerbitkan Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI). Untuk menarik perbankan nasional melirik produk bank central itu,maka bunga ditawarkan harus diatas bunga bank koresponden di luar negeri.
Hal itu disampaikan Direktur Keuangan PT BRI Tbk, Haru Koesmahargo saat ditemui media di gedung DPR RI Jakarta.Kamis,1 Oktober 2015.” Saya kira cukup menarik ya kalau bunganya di atas bank korespenden kami di luar negeri,” ujar dia.
Ia menjelaskan, bunga bank koresponden tabungan valasnya antara 0,05 persen hingga 0,1 persen.” Jadi kalau di atas itu cukup menarik!” Ujar dia.
Namum ia mengingatkan produk baru BI itu bukanlah instrumen investasi. Hanya saja produk itu untuk menyerap kelebihan likuiditas valas yang tidak masuk dalama investasi kredit.
“Kalau ada kelebihan bisa ditempatkan dalam tempo sehari hingga seminggu bisa ditempat disitu.” Ujar dia. (Az)