Jakarta, TopBusiness – Di tengah pandemi Covid-19, PT BPR Intan Jabar atau Bank BIJ tetap bisa mempertahankan kinerja dan mampu membukukan laba hingga Rp2,4 miliar selama 2020 lalu.
Tak hanya itu, Perusahaan Daerah Milik Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat ini, juga bisa konsisten menjalankan fungsi intermediasi perbankan, di antaranya melalui peningkatan kucuran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga roda ekonomi masyarakat bisa terus bergerak.
Hal ini diutarakan Direktur Utama Bank BIJ, Dani Hadian saat presentasi dan wawancara penjurian Top BUMD Awards 2021, Jumat (11/6/2021) yang dilakukan secara online.
Lebih lanjut diakuinya, tantangan lembaga keuangan setingkat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di tengah pandemi Covid-19 memang cukup berat. Apalagi para pelaku UMKM dan masyarakat yang menjadi nasabah Bank BIJ, bisanis dan usahanya juga banyak terdampak akibat pandemi virus corona ini.
Ditambah lagi, sejak adanya kebijakan pembatasan-pembatasan terhadap berbagai aktivitas masyarakat, dinilai langsung berpengaruh terhadap roda perekonomian.
“Memang dampak pandemi ini juga banyak dialami pelaku usaha di Kabupaten Garut, termasuk kalangan UMKM maupun usaha masyarakat, di antaranya sektor pertanian, kerajinan dan sejenisnya. Sehingga, otomatis usaha kami pun terkena imbasnya,” ungkap Dani Hadian di hadapan Dewan Juri yang dimoderatori CEO PT Madani Solusi Internasional (MSI) yang juga Pemred TopBusiness, M. Lutfi Handayani.
“Apalagi nasabah BIJ itu, sebagian besar atau 77% berasal kalangan pelaku UMKM. Karena itu kami juga harus ekstra keras untuk menyiasatinya melalui berbagai strategi dan terobosan program. Kami bersyukur kerja keras bersama tim ini membuahkan hasil, di mana selama 2020 masih bisa meraih laba meskipun turun dari tahun sebelumnya dari Rp4,6 miliar menjadi Rp 2,4 miliar,” sambung dia.
“Namun dalam banyak hal, seperti kredit yang disalurkan bisa tetap meningkat mencapai Rp216, 7 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp215,5. Begitu juga NPL (non peforming loan) tetap kami jaga di bawah 5%, sehingga secara umum operasional BIJ masuk kategori SEHAT berdasarkan ketentuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).”
Lebih lanjut dikatakan Dani, penyaluran kredit kepada UMKM ini dilakukan sejalan dengan misi Kabupaten Garut yaitu “Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan industri pertanian serta pariwisata yang berdaya saing disertai pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan”.
Dalam hal ini, penyaluran dan pengelolaan kredit BIJ juga lebih difokuskan pada sektor usaha yang terkait visi dan misi Pemkab Garut tersebut, terutama dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Dalam pengelolaannya, BPR Intan Jabar juga mengacu atau diselaraskan dengan tujuan Permendagri Nomor 94 tahun 2017 yaitu mendorong pembiayaan UMKM yang efektif, efisien, agar makin berdaya secara ekonomi,” papar Dani yang saat ini didampingi Kepala Divisi Operasional, Kurniawan, serta Kepala Divisi Pelaporan, Budi.
Adapaun strategi yang dilakukan di saat pandemi, lanjut Dani, yakni mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi, baik untuk sistem menajemen (di kantor), maupun dalam kaitan layanan pelanggan. Di antaranya dengan melakukan Optimalisasi SMS Gateaway untuk mendukung promosi produk perbankan maupun pemberitahuan jatuh tempo kredit kepada nasabah.
Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dilakukan untuk mempermudah dan mempersingkat prosedur perkreditan. Juga dilakukan strategi jemput bola dengan menurunkan petugas mendatangi nasabah di desa-desa yang dilengkapi perangkat teknologi mobile untuk mendukung transaksi dengan nasabah yang otomatis tercatat secara online, sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keamanan bagi nasabah atas transaksi yang dilakukan.
“Untuk strategi jemput bola ini, kami melaksanakan program yang kami sebut ‘BIJ-Nyabades’ (BIJ Nyaba Desa), yaitu program turun ke desa yang ada di wilayah Kabupaten Garut, di mana satu desa harus ada satu agen BIJ,” terangnya.
“Selain dapat meningkatkan market share, hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat kepada PT. BPR Intan Jabar. Terkait optimalisasi layanan pickup service (jemput bola) ini, kami juga kembangkan inovasi teknologi informasi (IT) untuk mendukung sistem transaksi kepada nasabahnya disertai dengan bukti transaksi secara real-time, sehingga bisa memberikan kemudahan dan rasa aman kepada nasabah,” ujarnya lagi.
Tak hanya itu, untuk mendukung para pelaku usaha maupun nasabah atau masyarakat seperti petani atau peternak dalam menjalankan kegiatan usahanya, BIJ juga melakukan pembinaan maupun pelatihan secara langsung atau berkerja sama dengan organisasi/kelompok usaha yang membina dan membawahi para pelaku UMKM. Juga melakukan mitigasi risiko dengan mengikutsertakan mereka ke dalam asuransi jiwa dan asuransi kerugian kredit.
“Dalam berbagai kesempatan, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat, nasabah atau calon nasabah dalam rangka meningkatkan literasi keuangan kepada mereka, terkait layanan perbankan. Kami juga sampaikan apa keuntungan dan pentingnya berhubungan dengan bank supaya tidak lagi berhubungan dengan rentenir.”
“InI termasuk bagian dari kontribusi kami yang terus kami lakukan untuk mendukung program pembangunan daerah, di samping tentunya kontribusi langsung berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemkab Garut selaku pemegang saham dari keuntungan yang kami raih untuk mendukung pembangunan masyarakat,” tandasnya.
Berkat kinerja yang tetap terjaga dan berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan ini, Bank BIJ tahun ini menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.150 BUMD di Indonesia di ajang corporate rating “TOP BUMD AWARDS 2021”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
