Jakarta, TopBusiess – Pandemi Covid-19 sebagai krisis luar biasa (extraordinary) yang terjadi di tahun 2020 lalu itu telah menimbulkan banyak masalah, tak hanya masalah kesehatan dan kemanusiaan yang besar, tapi juga gelombang resesi ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia.
Kondisi resesi tersebut tentu saja berdampak terhadap kredit perbankan nasional. Pertumbuhan kredit bahkan melambat akibat pandemi. Sementar,a menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, perekonomian Riau pun mengalami perlambatan, bahkan terkontraksi ke -1,12 persen.
Namun dengan kondisi yang berat itu, PT Permodalan Ekonomi Rakyat atau PT PER, BUMD milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau itu terus melakukan inovasi dan berhasil membukukan kinerja yang membanggakan. Peningkatan kinerja ini ditandai melalui kenaikan jumlah asset 2020 dibanding 2019, bahkan hebatnya berhasil membukukan laba di tahun 2020 padahal di tahun sebelumnya mengalami kerugian.
“Dan terbukti, direktur dan manajemen melakukan langkah cepat dengan cara penguatan kebijakan-kebijakan perusahaan agar stabilitas kredit sebagai core business perusahaan dapat terjaga. Sehingga PT PER dapat bertahan dengan sangat baik bahkan berhasil membukukan kinerja yang membanggakan,” ujar Direktur Utama PT Permodalan Ekonomi, Rakyat Ganesya Varandra, dalam acara wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang digelar secara daring, Senin (14/6/2021).
“Penurunan kemampuan membayar dari debitur akibat wabah covid-19 tersebut, ternyata dapat dimitigasi dengan baik, sehingga kualitas kredit dapat terjaga bahkan tingkat NPL (non performing loan) menjadi turun dibandingkan tahun 2019,” sambungnya lagi.
PT. PER sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2021 dari ribuan BUMD yang tersebar di Indonesia. TOP BUMD Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan institusi yang kompeten di bidangnya.
Lantas, dia melanjutkan, penyumbang laba di tahun 2020 ini berkat stretegi jitu perusahaan, yakni berasal dari penagihan secara intensif terhadap kredit bermasalah (non peforming loan) dan kredit hapus buku serta pengelolaan anak perusahaan, yaitu PT BPR Duta Perdana secara maksimal.
Selain itu, Ganesya kembali menegaskan, tingkat rasio kredit macet juga berhasil ditekan yang pada tahun 2019 lalu sebesar 9,37% menjadi 8,72% pada tahun 2020.
Sejauh ini, PT PER sendiri merupakan perusahaan permodalan yang memiliki visi ‘Terwujudnya PT PER sebagai mitra usaha terpercaya dalam mengembangkan ekonomi rakyat di Provinsi Riau’. Dengan misinya, yakni menyalurkan kredit pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); membina manajemen UMKM melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan; melakukan Bina Mitra Usaha dalam memajukan ekonomi rakyat; serta melaksanakan kerja sama dalam rangka redistribusi asset.
Kinerja yang positif itu memang tergambar dari kinerja keuangan 2020 lalu yang mengalami pertumbuhan dibanding 2019. Untuk pos kas dan setara kas di posisi Rp20,95 miliar dari tahun sebelumnya Rp17,12 miliar.
Dengan laba tahun berjalan sebesar Rp1,25 miliar, pada di tahun 2019 masih rugi Rp254 juta. Sedang untuk laba ditahan di posisi Rp6,45 miliar dari tahun sebelumnya di posisi Rp6,69 miliar. Adapun kredit yang dikucurkan sebanyak Rp57,7 miliar dari tahun sebelumnya di posisi Rp62,72 miliar.
Selanjutnya ditengok dari target pencapaian, asset mencapai 90,92 miliar atau tercapai 97,51% dari Rp93,23 miliar. Adapun pendapatan sebesar Rp12,37 miliar atau tercapai 82,85% dari target Rp14,93 miliar. Kendati laba bersih yang dicapai tersebut masih jauh dari target, yakni 36,24% dari target Rp3,43 miliar menjadi Rp1,24 miliar, namun angka itu sudah sangat luar biasa, mengingat tahun sebelumnya masih rugi.
“Berdasarkan laporan keuangan audited tahun 2020, maka tingkat kesehatan PT. PER berdasarkan self assessment perusahaan, berada pada rating A, dengan total nilai 65,34 dan status kesehatan perusahaan pada posisi SEHAT,” tandas Ganesya.
Pihaknya pun secara periodik melakukan upaya pemantauan kesehatan perusahaan dengan tolak ukur indeks penilaian tingkat kesehatan dari aspek keuangan, administrasi, dan operasional berdasarkan pedoman penilaian kinerja BUMD dari Gubernur Riau No. 500/ADM-EK/85.12 tanggal 4 Juli 2018, merujuk pada modul penilaian kinerja BUMD tahun 2017 yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri, sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Tingkatkan Layanan
PT PER sendiri dalam menyuguhkan pelayanan ke debiturnya itu dengan mengandalkan banyak produk seperti:
– Bakulan, kredit yang difokuskan untuk penggiat UMKM yang produktif kepada mitra usaha berdasarkan permohonan anggotanya, dimana tanggung jawab pengambilan angsuran kredit hingga selesai sepenuhnya pada mitra usaha.
– Kurma, merupakan kredit usaha rakyat mudah dan aman. Ini fokusnya kepada per orangan, perusahaan, atau koperasi untuk pengembangan kegiatan usaha yang dimiliki.
– Padi, merupakan produk kredit yang sumber pembayarannya dari hasil yang diberikan untuk tujuan modal usaha maupun konsumtif. Padi difokuskan kepada calon debitur yang memiliki penghasilan tetap.
– Pintar, merupakan kredit pendidikan untuk rakyat yang khususnya diberikan untuk biaya pendidikan calon debitur hingga Strata 1 (S1).
– Sagu, merupakan kredit serba guna yang diberikan kepada calon debitur dengan tujuan dapat digunakan sebagai apa saja yang menjadi kebutuhan calon debitur.
– Sapi, merupakan peroduk kredit yang berfokus pada calon debitur yang merupakan kelompok ternak atau peternak perseorangan.
– Linkage, produk kredit yang ditujukan kepada koperasi dan kelompok usaha, dengan sistem PT PER sebagai pemodal atau ikut di dalam koperasi atau kelompok usaha tersebut.
Selain produk-produk kredit itu, pihaknya juga melakukan inovasi layanan dengan memberikan Promo Gerbang yakni akronim dari Gerakan Ekonomi Riau Bangkit. Ini dilakukan dalam rangka hari pelanggan nasional 2020 dan mendukung pemulihan ekonomi nasional, maka manajemen menetapkan program Promo Gerbang tahun 2020 khusus untuk debitur terpilih PT. PER di setiap kantor cabang.
“Program Gerbang ini diberitahukan kepada debitur via SMS dengan kemudahan yang dapat diperoleh debitur adalah sebagai berikut, bebas biaya adminsitrasi, bebas biaya appraisal, biaya notaris hanya berupa biaya legalisir addendum penyajian kredit (PK) sesuai ketentuan notaris, dan biaya premi asuransi sesuai ketentuan perusahaan asuransi,” papar dia.
Selain kinerja yang positif itu, sebagai BUMD tentu saja PT PER terus berupaya untuk memberikan kontribusinya kepada Pemprov Riau dan pembangunan daerah dalam bentuk setoran pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, secara umum PT PER selalu konsisten untuk menyetorkan dividen kepada kas daerah sebagai kontribusi perusahaan kepada PAD Provinsi Riau.
“Pembayaran dividen PT. PER dari tahun buku 2003 sampai dengan tahun buku 2020 totalnya berjumlah Rp19,267 miliar,” pungkas Ganesya.
FOTO: TopBusiness
