Jakarta, TopBusiness—Pada saat ini, secara rata-rata, tarif air bersih yang dikenakan PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara, lebih rendah kalau dibandingkan dengan rata-rata nasional. Harga jual rata-rata ke pelanggan, saat ini bisa di di Rp4.500 per m3.
Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Utama PDAM Tirtanadi Propinsi Sumatera Utara, Kabir Bedi, hari ini, dalam presentasi melalui jaringan internet untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2021. Itu adalah ajang penilaian-penghargaan untuk BUMD (badan usaha milik daerah) se-Indonesia yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga seperti: Institut Otonomi Daerah, Lembaga Kajian Nawacita, Dwika Consulting, Yayasan Pakem, PPM, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Padjajaran, Solusi Kinerja Bisnis, Sinergi Daya Prima, dan lain-lain.
Kabir menjelaskan bahwa kini pihaknya punya tingkat HPP (harga pokok produksi) air, di Rp4.000 per m3.
Adapun jumlah pelanggan PDAM tersebut pada saat ini sebanyak 502.503. Dari angka tersebut, sebanyak 40%-an merupakan kalangan sangat kurang mampu. Yang merupakan kalangan atas, hanya sebanyak 5%.
Selanjutnya, pelanggan kalangan niaga industri pun hanya 5% dari keseluruhan. “Kami menggunakan subsidi silang ke pelanggan,” begitulah dia menjelaskan.
Dalam kesempatan presentasi tersebut, Kabir pun menjelaskan sejumlah hal tentang kinerja PDAM Tirtanadi Sumatera Utara. Antara lain, dijelaskannya bahwa untuk tahun 2019, nilai kinerja yang didapat adalah 3,50 atau berarti ‘sehat’. Sementara, untuk tahun 2018, nilai yang didapat pada 3,28 atau ‘sehat’.
“Nah, untuk tahun 2021 ini, kami inginnya mencapai nilai 4,1,” papar dia menambahkan.
Untuk saat ini, cakupan pelayanan untuk Kota Medan sudah mencapai 80,3%. Sedangkan untuk area yang lebih luas atau mencakup non-Kota Medan, angka tersebut di 59,61%.
“Rata-rata jam pelayanan ke pelanggan kami,” Kabir berkata, “adalah 23,59%. Maka sudah hampir mencapai 24 jam.”
Mayoritas pelanggan, sudah puas atas pelayanan PDAM Tirtanadi Sumatera Utara. Hal tersebut tergambar dari survei kepuasan pelanggan. “Rinciannya adalah bahwa sebanyak 85% pelanggan kami, puas terhadap seluruh aspek layanan darinya kaminya,” kata dia.
Sementara, untuk setoran PAD (pendapatan asli daerah) tercatat senilai Rp124,39 miliar secara kumulatif. Angka tersebut untuk periode tahun 1980 sampai dengan tahun 1998.
