TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BKPM Usulkan Perubahan RTRW Jika Menghambat Laju Investasi

Nurdian Akhmad
13 October 2015 | 18:36
rubrik: Ekonomi

Jakarta-Thebusinessnews.  Untuuk  mencapai target masuknya investasi kedalam negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan berbagai cara seperti memberikan kemudahan bagi investor untuk memproses semua jenis perizinan.

Seperti diketahui BKPM menargetkan nilai Penanaman Modal asing (PMA ) sampai akhir tahun 2015 mencapai Rp 530 triliun.dan tahun 2016 akan di tambah lagi menjadi Rp 590 triliun. Untuk itu BKPM melakukan berapa terobosan, salah satu dapat merubah tata ruang suatu wilayah menjadi kawasan industri

Menurut Kepala BKPM Franky Sibarani ada banyak jenis perizinan masih menjadi kendala bagi investor. Salah satu yang paling sering menjadi penghalang adalah perizinan konstruksi yang terbentur pada izin Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Oleh karena itu pihaknya tengah berkerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional untuk merubah peruntukan RTRW bagi investor yang terkendala.”Misalnya beli lahan tapi RTRW-nya tidak diperuntukan untuk industri. Itu bisa dirubah,” tutur Franky di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2015.

Namun Franky mengakui  untuk mengubah izin RTRW dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga hal tersebut tidak cocok bagi investor yang ingin cepat melaksanakan produksi.”Ada stau kasus, dia sudha beli lahan disatu daerah kemudian dia perlu cepat (perubahan RTRW) untuk produksi agar memenuhi eksport. Saya bilang kalau satu dua bulan saya tidak bisa pastikan. Karena ada proses administrasi membutuhkan waktu. Karena ini perubahan RTRW,” pungkasnya.(Az)

BACA JUGA:   Trinugraha Lepas 42,81 Persen Saham BFI Finance
Previous Post

Pertumbuhan Kredit Turun Namum Perbankan Tetap Doyan Ngutang

Next Post

Bos BNI Minta BI Rate Turun 25 bps

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR