TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba BNI 2015 Diperkirakan Dibawah Rp 10 Triliun

Nurdian Akhmad
15 October 2015 | 21:55
rubrik: Finance

Jakarta-Thebusinessnews Kondisi ekonomi makro hingga kuartal III 2015  masih bergerak dinamis  akibat pengaruh gejolak ekonomi global yang masih terjadi dan mengakibatkan fluktuasi nilai tukar mata uang. Sektor konsumsi masih menjadi penggerak perekonomian domestik dan mampu menumbuhkan harapan bagi dunia usaha.

Karena faktor itu PT BNI Tbk tidak mau muluk muluk menargetkan membukuka laba melebih tahun 2014 atau sama. Menurut Direktur Utama PT BNI Tbk, Achmad Baiquni bahwa labanya tahun ini akan dibawah tahun 2014. “ Jika kami membukukan laba perbulan  Rp 1,2 triliun seperti yang kami bukukan pada sepanjang kaurtal III ini maka itu sudah baik, “ ujar di di kantor pusat BNI, Jakarta. Kamis, 15 Oktober 2015.

Seperti diketahi laba BNI tahun 2014 sebesar Rp 10,8 triliun. Sementara hingga dengan 30 September 2015 Laba mencapai Rp 6,0 triliun.dan dari perhitungan jika dalam tiga bulan mendatang saban bulan membukukan laba Rp 1,2 triliun maka akan didapat Rp 3,6 triliun, sehingga total laba tahun 2015 hanya Rp 9,6 triliun.

Sementara itu, pada kuatal III 2015 Kredit yang disalurkan  mencapai Rp 307,12 triliun atau naik 14,6% dibanding periode yang sama tahun 2014 yang sebesar Rp 267,94 triliun. Prosentase kenaikan penyaluran kredit dicapai secara berimbang antara penyaluran kredit business banking (korporasi, BUMN, usaha menengah dan kecil) maupun penyaluran kredit konsumer. Komposisi pinjaman yang disalurkan adalah untuk  segmen usaha menengah dan kecil 27,8%, segmen korporasi 26,2%, BUMN 17,7%, kredit konsumer 17,9%, dan pembiayaan anak perusahaan dan cabang luar negeri sebesar 10,6%.

Untuk Business Banking, kenaikan penyaluran kredit didominasi oleh segmen usaha menengah, korporasi, dan BUMN. Khusus untuk penyaluran kredit yang membiayai pembangunan proyek infrastruktur juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,6% dari Rp 59,79 triliun menjadi Rp 63.73 triliun. Terdiri dari infrastruktur di sektor kelistrikan, transportasi, minyak dan gas, konstruksi dan jalan tol, dan telekomunikasi.    (Az)

BACA JUGA:   OJK Beri Kelonggaran ke Nasabah Korban Bencana
Previous Post

BNI Minat Biayai Kereta Cepat

Next Post

Pemilik Perintahkan Manajemen Bank Mega Langgar Hukum

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR