TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tingkatkan Penyaluran Kredit, BPR Batola Bidik Petani dan Guru

Editor
1 July 2021 | 11:33
rubrik: BUMD, Event
Tingkatkan Penyaluran Kredit, BPR Batola Bidik Petani dan Guru

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Batola terbilang cukum ‘belia’ dibanding dengan perusahan competitor serupa lainnya yang sudah lebih lama, khususnya di kabupaten Barito Kuala (batola). Meski demikian, semangat dan inovasi programnya tak diragugan lagi. Hal ini nampak terlihat dari dua program unggulan yang dicanangkan bank daerah tersebut, yakni kredit kepemilikan tanah untuk para petani dan kredit bagi guru bersertifikat.

Direktur Utama BPR Batola, Bahrani menuturkan, para petani di daerahnya memiliki semangat juang yang tinggi dalam berusaha. Namun sayangnya, lahat yang digarap petani kebanyakan bukan milik sendiri. Informasi tersebut diperoleh setelah melakukan kunjungan ke daerah, khususnya wilayah pedesaan. Inilah yang memantik BPR Batola untuk menggaet petani sebagai mitra bank, sekaligus dapat memudahkan para petani untuk mendapatkan kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli lahan.

“Setelah melakukan kunjungan ke daerah-daerah, khsuusnnya di pedesaan. Kebanyakan itu petani. Kita melihat keseriusan mereka menggarap sawahnya itu luar biasa. Tapi dari banyaknya petani yang sudah kami wawancari, bahwa hampir 45% petani di pedesaan itu bekerja bukan di sawahnya sendir,” ungkapnya saat mengikuti sesi penjurian TOP BUMD Awards 2021 secara daring, Senin (28/6/2021).

Artinya, lanjut Bahrani, kebanyakan dari petani itu merupakan sekedar sebagai (petani) penggarap saja. Oleh sebab itu, BPR Batola berfikir bagaimana agar petani tersebut bisa memiliki lahan sendiri. “Mereka bekerja sebagai tani penggarap. Dari data yang kami dapat, sawah itu milik orang sehingga setelah panen mereka tidak dapat apa-apa. Terus kami cari solusi agar petani-petani di desa-desa itu memiliki tanah sendiri dan itu belum ada terobosan dari (bank) yang lain. Kami, direksi dan jajaran komisaris juga staff memberikan kredit utk kepemilikan tanah dan kami sosialiasasikan disambut baik oleh para petani,” lanjutnya.

BACA JUGA:   Temuan Menarik dari Penjurian Top Bank, Insurance, and Multifinance 2019

Kemudian, berkat semangat dan kesungguhan sikap masyarakat untuk menggarap sawah tersebut menjadi bahan kajian yang disampaikan BPR Batola kepada pihak pemerintah daerah (Pemda), yakni bupati. Bak gayung bersambut, Pemda sebagai pemegang saham mayoritas mendukung langkah BPR Batola untuk menjadikan para petani sebagai mitra (nasabah). “Terus kami sampaikan kepada kepala daerah bahwasannya petani di desa itu mereka tidak miliki sawah sendiri. Setelah itu, bupati antusias luasr biasa, untk memberikan (mendukung program) kredit. Ini harus segera dilaksanakan,” tegasnya.

Tahun 2021 ini, BPR Batola menargetkan nasabah yang berasal dari petani minimal sebanyak 200 petani penggarap yang harus diberikan kredit dalam bentuk kepemilikan tanah.

Program unggulan lainnya yakni pemberian dana talangan bagi guru bersertifikat. Program ini merupakan bentuk keprihatinan BPR Batola terhadap keadaan guru di Batola. Pasalnya, dari penelitian (survey) lapangan yang dilakukan. BPR Batola mengungkap bahwa tidak sedikit guru yang membutuhkan dana talangan untuk memenuhi kebutuhannya tapi dana talangan yang diperoleh amat memberatkan. “Program kedua, dari hasil survey kami, guru-guru kami, mereka mendapatkan sertifikasi guru. Namun dari sertifikasi itu, di lapangan, sebelum guru mendapat dana sertifikasi, mencari duit dana talangan namun dinilai memberatkan,” katanya.

Oleh sebab itu, BPR Batola sebagai bank kredit daerah tergerak untuk memberikan kredit kepada guru yang memiliki sertifikasi. Bahkan, BPR Batola memberikan kredit tanpa bunga. Artinya, mereka hanya dibebankan pada biaya administrasi yang sangat terjangkau. “Program kredit sertifikasi guru BPR Batola tanpa bunga. Setiap bulan mereka cuma  dikenakan biaya 0,9 persen dan selama sebualan hany untuk administrasi. Dan untuk jasa bank sebesar Rp 50 ribu per pinjaman. (Program) Ini sudah sangat disambut baik oleh guru-guru di Batola. Inilah terobosan di tahun 2021 ini,” terangnya.

BACA JUGA:   100 Hari Kerja Presiden Prabowo: Kolaborasi Kementerian BUMN dengan Kementerian Lainnya dalam Mendukung Pertahanan Keamanan dan Swasembada Pangan

Untuk mendukung program tersebut, BPR Batola telah bekerjasama dengan dinas terkait dan badan keuangan daerah. Selain itu, BPR Batola juga menerima pengajuan kredit dari guru non sertifikasi. Meski demikian, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu dengan kehati-hatian agar tidak berdampak pada neraca keuangan bank (kredit macet).

Penulis: Abdullah Suntani

Tags: BPR BatolaTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

Kinerja Membanggakan Jamkrida NTT di Tengah Pandemi

Next Post

Deflasi 0,16% Terjadi Pada Juni 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR