Jakarta, TopBusiness—Perumda Air Minum Tirta Umbu Kabupaten Nias (Sumatera Utara) akan menaikkan rata-rata jam pelayanan menjadi 24 jam, setelah pada saat ini bisa mencapai 22,06 jam.
“Pencapaian rata-rata jam pelayanan 22,06 jam tersebut merupakan langkah maju. Sebab, sebelumnya, angka tersebut masih di 18 jam,” kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Umbu Kabupaten Nias, Junius (5/7/2021), saat presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2021.
Junius, pada presentasi tersebut, menjelaskan sejumlah hal tentang kinerja terbaru BUMD tersebut. Antara lain, ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan manajemen, perusahaan tersebut mendapatkan nilai kinerja 3,07 tahun 2020. Ini berarti bahwa perusahaan tersebut berstatus ‘sehat’.
Adapun level NRW (nonrevenue water) di angka 24,72%. Kemudian, jumlah pelanggan Perumda Air Minum Tirta Umbu, kini di 9.888 pelanggan. “Untuk cakupan pelayanan di Kota Gunung Sitoli, sudah 92,48%. Sedangkan untuk Kabupaten Nias sebesar 7,52%,” dia menjelaskan.
Bagaimana dengan kinerja keuangan? Junius menjelaskan bahwa, sejak tahun 2016, Perumda Air Minum Tirta Umbu sudah selalu surplus. “Sebagai perusahaan air minum dengan pelanggan di bawah 10.000, bisa surplus merupakan kebanggaan bagi kami. Ke para pegawai pun, kami bisa memberikan gaji sebanyak 14 bulan [dalam setahun],” papar Junius.
Selanjutnya, Junius mengatakan bahwa pihaknya selalu menggelar inovasi bisnis. Contohnya ada beberapa, antara lain pembacaan meteran pelanggan dengan sistem Android, adanya payment point online yang merupakan kerja sama dengan bank, call center 24 jam, dan lain-lain.
Dia mengatakan, “Sebelum adanya inovasi-inovasi tersebut, kami sangat manual. Semuanya berbasiskan kertas.”
Dalam hal pelayanan kepada pelanggan, perbaikan pun terus dilakukan. Ada prinsip ‘one day, one service’, yang digunakan. Dengan prinsip tersebut, pengaduan dari pelanggan yang muncul di hari ini, harus ditangani dan diselesaikan langsung pada hari yang sama.
Perumda Air Minum Tirta Umbu, saat ini, menggunakan hasil profit bisnis, untuk reinvestasi. “Artinya, profit tersebut digunakan untuk menambah area cakupan layanan,” kata dia.
