TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Mirae Asset Sekuritas: Ditopang LK Kuartal II, IHSG bisa Naik ke 6.200

Busthomi
9 July 2021 | 09:06
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimistis pengumuman kinerja keuangan kuartal II-2021 emiten di bursa dapat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di atas level psikologis 6.000. Bahkan dapat menguat hingga mendekati 6.200, tepatnya 6.195.

Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai penguatan indeks saham domestik diprediksi masih dapat terealisasi meskipun dibatasi oleh risiko berlanjutnya kenaikan angka kasus baru penderita Covid-19 di dalam negeri dan global.

Prediksi penguatan IHSG tersebut juga didasari analisis secara teknikal dengan acuan support 5.985-5.884 dan resistance 6.115-6.134.

“Prediksi optimis tersebut didukung rilis laporan keuangan perusahaan kuartal II/2021 yang diperkirakan akan tetap bertumbuh, mengingat low base effect yang terjadi pada kuartal 2 tahun lalu,” ujar Martha dalam konferensi pers di depan media secara virtual, dikutip Jumat (9/7/2021).

Sebagai acuan, IHSG masih mampu menguat di bulan Juni dengan kenaikan 0,6% secara bulanan di tengah melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air. Dihitung dari awal tahun, IHSG cenderung flat dengan naik tipis 0,1%.

Kinerja indeks saham utama domestik itu ditopang positifnya data ekonomi seperti PMI Manufaktur yang menunjukkan ekspansi, meningkatnya angka penjualan eceran, dan membaiknya indeks kepercayaan konsumen (IKK).

Namun, terdapat perhatian lain pelaku pasar dari sisi negatif ketika memasuki semester II. Perhatian itu adalah pertumbuhan ekonomi paruh kedua 2021 yang diyakini mulai melambat terutama pada kuartal III-2021 yang turut menjadi risiko.

“Penyebab utamanya adalah lonjakan kasus Covid-19 yang angka hariannya terus mencetak level tertinggi membuat pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali untuk periode 3 Juli hingga 20 Juli mendatang,” sambungnya..

PPKM Darurat tentunya akan berdampak kepada permintaan akan barang dan jasa. Karena itu, ekonom Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di level 4,15%, di bawah target pemerintah 4,5%-5,3%.

BACA JUGA:   Di Jatim, BEI Canangkan Program Literasi Pasar Modal dan Resmikan 12 Galeri Investasi

Meskipun terdapat risiko dari Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi yang melambat tersebut, Tim Investment Information Mirae Asset Sekuritas masih menilai ada sektor-sektor yang dapat dijadikan pilihan bagi investor untuk bertransaksi saham pada Juli ini, yaitu sektor konsumen primer, kesehatan, dan infrastruktur.

Rekomendasi Saham

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, emiten perunggasan dan pakan ternak di sektor konsumen primer yang menjadi pilihan yaitu PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).

Kemudian saham pilihan di sektor kesehatan ada operator rumah sakit serta laboratorium yaitu PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA).

Saham pilihan di sektor infrastruktur adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Lalu ada beberapa saham pilihan lain yang juga layak dicermati yaitu PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

“Bisnis khususnya untuk empat emiten tersebut yaitu BBTN, ERAA, AKRA, dan INDF diprediksi akan terus membaik dan meningkat pada semester II/2021,” ujar Martha.

Hingga akhir semester I-2021, Mirae Asset Sekuritas tetap kokoh di peringkat pertama perusahaan efek dengan nilai transaksi saham terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Mirae Asset Sekuritas membukukan total transaksi Rp 365,88 triliun dengan pangsa pasar 11,37% sepanjang semester I-2021. Salah satu penunjang nilai transaksi itu sepanjang semester I-2021 adalah kompetisi transaksi saham dengan hadiah terbesar yang digelar perusahaan yaitu HOTS Championship Season 4.

Sepanjang 5 pekan yaitu pada periode 31 Mei-2 Juli, sebanyak 11.551 orang nasabah bertransaksi dengan jumlah yang mencapai Rp 18,52 triliun, atau rata-rata Rp 561,28 miliar per hari dan berporsi 32,31% dari total transaksi Mirae Asset Sekuritas. Jumlah nasabah itu berasal dari 2.846 orang peserta Premier League, 7.902 orang Champs League, dan 803 orang Millennial League.

BACA JUGA:   Di Akhir Pekan, IHSG Terpental

Nilai transaksi tersebut termasuk akumulasi transaksi tiga orang pemenang kategori Transaction Value (nilai transaksi) kompetisi tersebut senilai Rp 5,4 triliun, masing-masingnya Rp 707,57 miliar, Rp 2,14 triliun, dan Rp 2,55 triliun.

FOTO: Rendy MR

Tags: ihsgMirae Asset Sekuritas
Previous Post

Kolaborasi HK-HKI Kebut Konstruksi Tol Binjai-Langsa

Next Post

PUPR Lanjutkan Pembangunan Sistem Irigasi Perpipaan dan Jalan Akses Food Estate Humbang Hasundutan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR