Jakarta, TopBusiness – Analis dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Putri Amanda dan Handhayu Kusumowinahyu menyebutkan, Pefindo telah menegaskan peringkat di “idAAA” untuk surat utang atau Obligasi Berkelanjutan V Tahap I/2020 Seri A senilai Rp1,027 triliun yang diterbitkan PT Astra Sedaya Finance (ASF).
Surat utang tersebut bakal jatuh tempo pada 12 September 2021. Meski bernilai tinggi hingga Rp1 triliun, namun perseroan disebut sudah memiliki pendanaan yang kuat.
“Kesiapan Perusahaan untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh dana kas dan setara kas sebesar Rp574 miliar pada akhir Maret 2021 lalu. Serta penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan sekitar Rp2,5 triliun per bulan,” tutur mereka dalam siaran persnya, Kamis (15/7/2021).
Menurut mereka, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. “Karena kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior,” jelasnya.
ASF sendiri memberikan pelayanan pembiayaan untuk penjualan mobil dan alat berat yang didistribusikan oleh Grup Astra dan pihak ketiga lainnya. ASF memiliki 76 kantor cabang dan kantor lainnya dan sekitar 14.000 dealer di berbagai kota besar di Indonesia.
Per 31 Maret 2021 lalu, struktur kepemilikan ASF terdiri dari PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 46,875%, lalu berturut-turut PT Garda Era Sedaya (28,125%), dan PT Sedaya Multi Investama (25,00%), yang keduanya merupakan anak perusahaan ASII.
FOTO: Istimewa
