Jakarta, TopBusiness—Asuransi Sinarmas terus mengimplementasikan praktik manajemen risiko secara menyeluruh. Dalam hal tersebut, membudayakan manajemen risiko sangatlah penting.
“Oleh karena itu, budaya manajemen risiko, kami gulirkan sedari level atas atau juga level-level selanjutnya. Jadi, bahkan sampai staf terbawah pun mesti membudayakan manajemen risiko,” kata Direktur Asuransi Sinarmas, Dumasi Samosir (14/7/2021), dalam presentasi virtual untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2021, yang digelar Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga.
Dumasi mengatakan bahwa manajemen risiko merupakan satu dari 34 poin praktik GRC yang sudah berjalan di Asuransi Sinar Mas. “Dari 37 poin GRC, Asuransi Sinar Mas sudah mengimplentasikan 34 buah. Dan satu di antara itu adalah manajemen risiko,” Dumasi menegaskan.
Manajemen risiko tersebut berbasis ISO 31.000. Adapun contoh lain dari praktik GRC yang sudah berjalan, adalah pedoman risk base audit.
Pada presentasi tersebut, Dumasi menjelaskan bahwa Asuransi Sinar Mas punya lima misi perusahaan. Satu di antara itu atau yang kelima, mulai lahir di akhir tahun 2020. Misi baru tersebut adalah: ‘pertumbuhan perusahaan berkelanjutan melalui penerapan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan’.
Sehubungan dengan infrastruktur keorganisasian GRC, Dumasi mengatakan bahwa Asuransi Sinar Mas punya beberapa komite. Itu adalah komite kebijakan tata kelola, komite pemantauan risiko, serta komite audit. “Komite-komite ini dibawahkan oleh board of director,” demikianlah Dumasi menjelaskan.
Asuransi Sinar Mas pun punya seorang direktur kepatuhan. Juga, ada satker (satuan kerja) kepatuhan. WBS (whistle blowing system) pun sudah diterapkan. Dan sudah ada pengaduan yang ditindaklanjuti.
Kinerja Bisnis
Dalam presentasi tersebut, Dumasi Samosir pun memaparkan sejumlah hal tentang kinerja Asuransi Sinar Mas. Antara lain, dijelaskannya bahwa pangsa pasar Asuransi Sinar Mas bisa meningkat saat masanya dampaknya Covid-19. “Untuk tahun 2020, market share kami di 15%. Sedangkan di tahun 2019, masih di 11,0%. Maka, saat masa sulit, kami justru naik dalam hal tersebut,” dia merinci.
Untuk laba non-konsolidasi, Asuransi Sinar Mas juga mencatatkan kenaikan. Laba untuk tahun 2020, tercatat senilai Rp894,22 miliar. “Sementara itu, untuk tahun 2019, kami mencatatkan Rp755,18 miliar.”
