Jakarta, TopBusiness—Bank BNI merencanakan membeli kembali sebagian saham yang beredar di publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Penyebab hal itu karena penurunan harga saham BBNI yang signifikan sejak lonjakan angka penularan Covid-19 kembali terjadi.
Hal tersebut dipaparkan oleh Sekretaris Perusahaan Bank BNI, Mucharom, dalam penjelasannya untuk otoritas BEI, yang dipublikasikannya pada hari ini.
Mucharom menjelaskan bahwa nilai maksimal dana pembelian saham tersebut sebesar Rp1,7 triliun. Dan berasal dari kas internal Bank BNI. “Per 30 Juni 2021, sebagai akibat tekanan pasar karena sentimen kenaikan Covid-19, saham BBNI terkoreksi sebesar 25% years to date menjadi Rp4.630,” kata Mucharom.
Angka tersebut undervalue. PBV dari nilai itu sebesar 0,75 kali atau jauh dari rata-rata PBV 10 tahun terakhir yang 1,60 kali.
Kemudian, Mucharom menjelaskan bahwa saham yang akan dibeli kembali oleh Bank BNI, tidak melebihi 20% dari modal disetor. Dan saham yang beredar di publik pasca-pembelian kembali tersebut, minimal akan sebesar 7,5% dari modal disetor.
Pembelian kembali tersebut akan berlangsung mulai 22 Juni 2021 sampai 21 Oktober 2021. “Bank BNI punya dana memadai untuk pembelian tersebut. Tidak akan ada perubahan signifikan terhadap indikator keuangan kami, karena pembelian tersebut.”
