Jakarta, TopBusiness – Dengan Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini management hingga menerapkan Governave, Risk Management & Compliance (GRC) dengan sangat ketat, terintegrasi, dan terukur menjadikan PT Aplikasi Lintasarta atau biasa dikenal Lintasarta semakin apik.
GRC diibaratkan sebagai rambu-rambu dengan berbagai penerapan di lini bisnisnya, sebab ada berbagai peraturan (Governance) dan memitigasi berbagai risiko, serta mengelola dengan sebaik mungkin, maka risiko tidak menjadi ancaman dan boomerang bagi keberlangsungan bisnis.
Planning management risiko (Risk Management) dilakukan dan diterapkan dengan sebaik-baiknya di seluruh lini di Lintasarta, hingga operasional organisasi dari kantor pusat hingga kantor perwakilan operasional yang tersebar di seluruh Indonesia.
PT Aplikasi Lintasarta atau biasa dikenal dengan Lintasarta ini sebagai perusahaan informasi computer teknologi (ICT) berbasisikan layanan telekomunikasi yang telah establish selama 33 tahun hadir dalam penyedia layanan telekomunikasi bagi seluruh pelaku bisnis dan non bisnis di negeri ini.
Layanan yang diberikan, berupa fiber optic cities sebanyak 203,3 cloud data center dan 3 cloud infrastruktur, dengan total pelanggan 44.000 lebih dengan mengkover jaringan sebanyak 55 kota seluruh Indonesia.
Lintasarta pemegang sahamnya dikuasai 72 persen oleh PT Indosat serta 28 persen dikusai publik melalui pasar modal.
Lintasarta sebagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi bagi seluruh konsumen harus dengan ketat melakukan penerapan mitigasi risiko, serta menerapkan manajemen risiko dengan ketat di seluruh operasionalnya. Apalagi perusahaan telekomunikasi ini memberikan jaminan kepercayaan (TRUST) kepada seluruh pelanggan.
Dikarenakan cyber crime di dunia telekomunikasi ini sangat berisiko sekali bagi konsumennya yang menggunakan jaringan telekomunikasi baik itu industri perbankan serta industri lainnya.
Ditegaskan Direktur Utama, Arya Damar, Lintasarta sangatlah aplikatif menerapkan manajemen risiko di seluruh lini operasional. “Lantas kami juga membuat peta risiko secara rutin secara tahunan, lantas juga risiko tersebut juga kita pantau dengan ketat sekali, agar risiko tersebut tidak menjadi boomerang bagi perusahaan. Serta inline pula dengan berbagai peraturan atau Governance yang diberlakukan dalam bisnis telekomunikasi ini”, tegas Arya kepada Dewan Juri Top GRC Awards 2021 yang diselenggarakan oleh TopBusiness.
Menurut dia, berbagai aturan yang telah dilaksanakan Lintasarta seperti: ISO 14001:2016, ISO 20000-1:2018,ISO9001:2015,ISO45001:2018,ISO27001:2013,PCI DSS, DATA CENTER, PCI DSS, CLOUD. “Dan juga kami terus melakukan kalibarasi sertifikasi ini selalu berkala, serta juga kami menerapkan Anti Suap dengan ketat di seluruh operasional, serta juga telah menandatangani nota Anti Suap,” tegas Arya Damar.
Foto: lintasarta.net
