Jakarta, TopBusiness – PT PP Presisi Tbk mempunyai cara tersendiri untuk mengecek sejauhmana pengerjaan proyek di lapangan di masa kenormalan baru atau new normal.
Saat sesi pendalaman materi presentasi berjudul Emerging with Resilience “PP Presisi Bertumbuh Lebih Kokoh melalui Good Corporate Risk Management”, Sekper PP Presisi, Adelia Auliyanti, menyatakan bahwa pihaknya dalam rangka menjalankan prinsip manajemen kepatuhan di masa kenormalan baru ialah selalu mengecek produktivitas pengerjaan proyek di lapangan dengan didukung pemanfaatan teknologi secara realtime online.
Menurut Adelia, pihaknya memiliki mekanisme yang namanya core point. Itu dilakukan untuk mengecek produktivitas di lapangan. “Kinerja di lapangan itu sudah seperti apa yang dilakukan oleh biro perencanaan dan pengendalian bisnis. Juga ada SPI ikut ke sana dengan divisi operasi. Nah sistemnya kami melakukan secara online dengan orang/tim proyek dengan dari biro perencanaan dan pengendalian bisnis juga, serta SPI berkumpul di situ. Manrisk juga ada, dari supply chain dan divisi operasi juga ada. Kami sama-sama mendiskusikan mengenai kinerja proyek tersebut,” papar dia, dihadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2021, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Jumat (30/07/2021).
Tak berhenti di situ saja, perseroan pun memonitor pengerjaan proyek dengan dukungan drone camera. “Terus ketika dibutuhkan site visit ke lapangan kita lakukan dengan drone. Jadi nanti tim kami yang saat ini di kantor pusat bisa lihat langsung kondisi ke lapangan dengan shooting video drone secara live,” kata Adelia.
Diakui dia, sebelumnya sudah pernah dilakukan untuk beberapa proyek dengan memanfaatkan drone. “Sebelumnya kan PP punya proyek di luar negeri. Jadi kalau kami monitor perlu bantuan teknologi. Lalu beberapa proyek yang saat itu dilakukan di remote area kita juga menggunakan teknologi drone tapi karena saat itu belum booming artinya belum menjadi suatu keharusan new normal seperti saat ini, waktu yang lalu itu tidak rutin dilakukan. Tapi untuk saat ini itu sudah menjadi suatu kewajiban bahkan di pusat pun setiap minggu ketika ada rapat direksi dilakukan live visit dan virtual dan device-nya pun sudah terpasang,” jelas Adelia.
Menurut Adelia, terjadi perubahan dalam mekanisme cara para insan PP Presisi bertugas, dan penyelenggaraan rapat akibat pandemi. “Jadi selama pandemi yang banyak perubahan itu adalah bagaimana pola kita bekerja dari awalnya kita bisa membuat pelaporan mekanisme rapat seperti apa. Harus bisa hadir secara fisik kemudian mekanisme laporan, reporting dan rapat-rapat rutin dan sebagainya, ini kami sesuaikan dalam wi atau prosedur. Anggaran dasar pun kita sesuaikan, terutama misalnya peraturan pelaksana RUPS yang awalnya memang bisa dihadiri secara offline kita lakukan secara kombinasi, yang mana hanya beberapa saja yang hadir dan sisanya dengan e-voting dari pemegang saham yang lain,” terang dia.
Pada gilirannya teknologi informasi dan komunikasi menjadi solusi tepat sebagai antisipasi pandemi Covid-19 ini. “Kemudian, turunannya adalah kita juga menyesuaikan work instruction, dimana pelaporan-pelaporan itu bisa dilakukan juga secara sistem online dengan memanfaatkan teknologi, kemudian rapat-rapat bisa dilakukan dengan meeting online dan sebagainya,” pungkas dia.
