Jakarta-Thebusinessnews, Jumlah Anggota Bursa Bursa sebanyak 114, dinilai terbanyak perantara perdagangan efek 517 emiten. Untuk itu perlu ada rasionalisasi jumlah anggota bursa. Namum rencana itu masih terkendala persoalan saham perusahaan sekuritas itu di PT Bursa Efek Indonesia.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ) , Tito Sulistio menyampaikan bahwa pemegang saham BEI adalah perusahaan sekuritas atau anggota bursa. Dan Jika dilakukan pengabungan antar anggota busa timbul persoalan bagaimana saham anggota bursa yang digabung tersebut.” Itulah yang sedang dalam proses pembicaraan, bagaimana prosesnya buy back saham anggota bursa oleh BEI,” ujar dia, di Jakarta, Senin, 2 Nopember 2015.
Tito menyampaikan, bahwa sudah banyak anggota bursa (AB ) yang ingin bergabung dengan sesama anggota bursa yang lain.” Misalnya dua AB mau bergabung tapi bagaimanan saham AB yang satunya sebab saham mereka kan nilainya miliran rupiah, Nah kalau dibeli oleh BEI harus ada peraturannya nah itu yang belum selesai, “ ujar dia.
Sebelumnya Managing Director PT Reliance Capital Management Jurgan Usman menyampaikan jumlah AB terlalu banyak untuk 517 emiten.Ditambah, sebagian AB memiliki MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) di bawah Rp 50 miliar. Kondisi itu dinilainya Itu merusak pasar karena menawarkan keuntungan yang lebih besar dibanding AB lain .
Jurgan menyebutkan sejauh ini perbandingan antara jumlah perusahaan sekuritas dengan jumlah emiten sangat tidak ideal, jika dibandingkan dengan negara di kawasan regional. “Perbandingan Anggota Bursa dengan emiten sekitar 1:5,” ujar Jurgan.
Padahal, menurut Jurgan perbandingan antara sekuritas dan emiten di Thailand sekitar 1:10 dan Singapura 1:30. “Bagi kami, di Indonesia itu idealnya, satu sekuritas menangani sekitar 20-30 emiten. Kalau di negara maju, bisa menangani sampai 40 emiten,” kata Jurgan (AZ) .