Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Kamis (26/8/2021), di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan bergerak sideways.
Dalam riset harian dari Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, menyatakan, Kurang Sentimen, IHSG Bergerak Sideways.
Bursa AS ditutup lebih tinggi semalam. DJIA naik 0,11% menjadi 35.405, diikuti oleh S&P500 (0,22%) dan Nasdaq (0,15%). Pasar naik menjelang The Fed’s Jackson Hole Symposium, yang diharapkan dapat memberikan rincian lebih lanjut tentang tapering dan kapan itu akan dilakukan.
Sebanyak 18.671 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia kemarin (24/8) (Selasa: 19.106) dengan 146.788 orang terkonfirmasi (Selasa: 123.844 orang), menunjukkan angka positif sebesar 12,72% (Selasa: 15,43%).
Sementara itu, 33.703 pasien COVID-19 di Indonesia sembuh kemarin (Selasa: 35.082), sedangkan 1.041 pasien meninggal (Selasa: 1.038). Jumlah total kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia kini mencapai 4.026.837 kasus, dengan tingkat kesembuhan 90,4% per 25 Agustus (24 Agustus: 90,0%). Terkait vaksinasi, sebanyak 542.523 orang di Indonesia menerima vaksin COVID-19 dosis pertama kemarin (Selasa: 689.094, total: 59.011.333) sedangkan 453.507 orang menerima dosis kedua (Selasa: 594.774, total: 33.094.505).
Mulai hari ini hingga 30 Agustus, aturan ganjil genap hanya akan diterapkan di tiga ruas jalan di Jakarta: Sudirman, MH Thamrin dan HR Rasuna Said.
Dengan tren penurunan kasus baru COVID-19, PPKM diperkirakan akan semakin dilonggarkan, yang dapat membawa dampak positif bagi perekonomian.
“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, karena kurangnya sentimen dan pendekatan wait and see yang mungkin akan diambil oleh investor menjelang Jackson Hole Symposium,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
