Manado- Thebusinessnews. Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Utara memperkirakan dampak dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional sebesar 3,75 persen .
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara,Peter Jacob mengatakan dampak pengembangan KEK Bitung dari mulai pembangunan hingga beroperasinya sebesar 3,75 persen.” Besaran itu merupakan akumulasi dari bagian bagian dari pengembangan KEK Bitung itu.”ujar di Manado,Sabtu,7 November 2015.
Namum sayangnya,pengembangannya masih terkendala oleh pembebasan lahan seluas 92 hektar. Menurut Pj Gubernur Sulawesi Utara,Soni Soemarsono bahwa kendala tersebut akan ia selesaikan dengan pendekatan persuasi terlebih dahulu.” Jika mengacua peraturan perundang-undangan kami menyelesaikan dengan penggusuran namum itu tahap terakhir.”ujar dia.
Soni menjelaskan,sengketa lahan itu berawal berakhirnya status HGU ( Hak Guna Usaha ) atas lahan itu,Namum oleh pihak lain lahan itu justru di jual kepada masyarakat hingga 300 kepala keluarga. “Karena itulah kami melakukan tindakan persuasif terlebih dahulu.”ujar dia.
KEK Bitung merupakan salah satu dari delapan KEK yang tengah di kembangkan oleh pemerintah. Dan mendapat perlakuan khusus. Nantinya Badan pengelola KEK akan berfungsi pelayanan satu atap untuk perijinan investasi.(az)