Jakarta-Thebusinessnews. Ketidakpastian dinamika perekonomian Amerika Serikat dan China berpotensi menciptakan aliran dana keluar dari Indonesia , Hal itu sudah ini mulai tampak dengan adanya pergerakan dana dari negera berkembang ke negara maju.
Gubernur BI, Agus Martowardojo menyatakan pihaknya terus memantau dampak dari perkembangan kondisi di kedua negera tersebut . “ Dampak kedua negara itu masih perlu kita waspadai,” katanya, di Jakarta, Jumat, 5 November 2015. .
Agus Marto mengingatkan, seluruh elemen negara masih harus tetap mewaspadai dampak negatif dari dinamika perekonomian global, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di urutan ketiga terbesar dunia.bahkan pernyataan dari satu rating agency menyebut hal yang sama.“ terutama dampak kecenderungan Fed fund rate naik tahun ini,” ucap dia
Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kuartal III-2015 sebesar 4,73 persen lebih besar disumbang oleh komponen pengeluaran pemerintah dan konsumsi domestik. “Pertumbuhan ekonomi itu tidak seperti yang BI perkirakan sebesar 4,85 persen. Ternyata, hasilnya 4,73 persen,” ucapnya.
Namun demikian, lanjut Agus Marto, jika dibandingkan dengan Kuartal II-2015, pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga tercatat mengalami kenaikan dari 4,67 persen.”Sejauh ini kami sambut baik perkembangan neraca pedagangan dan current account yang defisitnya lebih kecil. Tentu kita harus perhatikan transaksi modal dan finansial, karena ada risiko capital outflow,” paparnya ( Az)