Jakarta, TopBusiness—Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hari ini di Jakarta mengatakan bahwa dalam penanganan dampak Covid-19 di Indonesia, penanganan kesehatan adalah yang utama. Sementara pada saat yang sama, pemulihan ekonomi pun penting.
“Pemerintah mencari jalan terbaik untuk dua hal itu. Gas dan rem, akan kita atur sesuai dengan dinamika terkini,” kata Presiden Jokowi ketika memberikan sambutan pada seminar virtual gelaran Bank UOB Indonesia dan disiarkan via kanal YouTube Metro TV.
Presiden tersebut kemudian menjelaskan sejumlah pencapaian dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Tingkat penambahan pasien baru per hari, pada saat ini sudah turun sangat jauh ketika dibandingkan dengan masa puncak pada pertengahan Juli 2021.
“Dalam tingkat isian rumah sakit, kita sudah sangat membaik. RS Darurat Wisma Atlet, itu kini tingkat isiannya hanya 7%. Padahal tadinya mencapai 92%,” papar Presiden Jokowi.
Lebih lanjut, presiden menjelaskan bahwa angka positive rate Covid di Indonesia hanya 2,64%. Lebih rendah ketimbang angka global yang di 8,43%. “Jadi, alhamdulillah, kini angka-angka Covid turun. Akan tetapi, kita tetap harus waspada,” kata dia.
Pemerintah Indonesia telah memberikan banyak insentif pemulihan dari dampak wabah tersebut. Pada tahun 2021, ada insentif sebesar Rp744,75 triliun. Adapun realisasi sampai Juli 2021 di angka Rp305 triliun.
Dana itu alokasinya berimbang antara pemulihan kesehatan dengan pemulihan ekonomi nasional. “Saya mengajak kalangan perbankan untuk ekspansi, mengucurkan kredit, serta menggerakkan dunia usaha,” presiden berkata.
Ia pun berkata bahwa Indonesia pun akan terus menggerakkan ekonomi berkelanjutan. “Kita punya peluang untuk tumbuh lebih tinggi lagi. Pasar ekspor, terbuka lebar,” kata Presiden Jokowi.
