TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Manfaatkan Platform Online, Sektor Pusat Perbelanjaan Diramal bakal Pulih di 2023

Busthomi
22 September 2021 | 12:28
rubrik: Business Info
FOTO – Penutupan Sementara Pusat Perbelanjaan

Jakarta, TopBusiness – Analis property dari Savills Research, Anton Sitorus menyebut sektor properti untuk pusat perbelanjaan (mall) selama ini mengalami keterpurukan dengan adanya kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Untuk itu, dengan adanya kebijakan pelonggaran PPKM menjadi level 3 seperti di DKI Jakarta, bisa menggairahkan sektor pusat perbelanjaan kembali. Kendati harus tetap mewaspadai adanya lonjakan kasus Covid-1 dengan varian-varian barunya itu. 

“Penerapan aturan PPKM level 4 telah membebani pengelola dan penyewa pusat perbelanjaan karena mal tidak diizinkan buka. Dengan demikian, adanya relaksasi PPKM di Jakarta baru-baru ini telah memberikan sedikit kelegaan dan angin segar bagi pelaku sektor ini,” tutur Anton daam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

Meski begitu, kata dia, banyak para analis yang meminta pegiat sektor pusat perbelanjaan ini mesti tetap berhati-hati. Sebab dengan adanya kebijakan terbaru dari Pemerintah Pusat untuk menurunkan level PPKM ke level 3, dimana mall bisa beroperasi dengan aturan-aturan tertentu, memang kemungkinan akan mendukung kepercayaan ritel dan mendorong masyarakat untuk kembali ke mall. Akan tetapi tantangan dari pandemi tetap ada.

Anton kembai menegaskan, namun dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat tersebut bisa mendongkrak daya beli masyarakat di segmen ritel. “Kami tetap optimistis segmen ritel bisa kembai meramaikan pusat perbelanjaan. Ini kami dasarkan pada pertumbuhan di konsumsi selama beberapa bulan terakhir yang terlihat mengalami kenaikan kuat dalam pertumbuhan PDB,” terang dia.

Lebih lanjut ditegaskannya, mall juga perlu beradaptasi dengan perubahan kondisi dan secara konsisten untuk menerapkan pendekatan ‘new normal’, baik bagi penyewa mereka maupun pengunjung.

“Selain itu juga, para pengelola mall perlu strategi untuk meningkatkan bisnis mereka yakni dengan mengintegrasikan model e-ritel dan platform online menjadi operasi mereka. Ini juga sebagai langkah untuk bersaing dengan bisnis ritel online dan e-commerce,” sarannya.

BACA JUGA:   Ini Indeks Harga Properti Terkini Kuartal I: Jakarta Selatan Naik, Jakarta Utara Turun

Atas dasar tersebut, dia memproyeksi, bisnis sektor ini akan pulih dari keterpurukan yang dialami tahun 2020 lalu dan secara bertahap bisa pulih kembali dalam dua tahun ke depan. “Dan mungkin akan kembali ke kondisi seperti sebelum COVID pada tahun 2023 nanti,” pungkas Anton.

FOTO: Rendy MR

Tags: kebangkitan sektor propertipasar mallpusat perbelanjaansektor properti
Previous Post

Lanjutkan Surplus Neraca Dagang, BI Proyeksi Neraca Pembayaran Tetap Positif

Next Post

Bos Amartha Ajak Kalangan Milenial Jadi Investor di Fintech-nya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR