Jakarta, TopBusiness – Kementerian Keuangan mencatat posisi realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp 383,2 triliun per Agustus 2021.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, defisit tersebut masih aman atau sebesar 2,32 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Posisi APBN pada Agustus adalah defisit Rp 383,2 triliun atau 2,32 persen dari PDB. Jangan lupa bahwa di dalam Undang-undang APBN, (target) defisit itu adalah 5,7 persen dari PDB,” ujarnya saat konferensi pers APBN Kita, seperti dikutip Jumat (24/9/2021).
Dia merincikan, dari target belanja negara mencapai Rp 2.750 triliun, yang sudah direalisir sebesar Rp 1.560,8 triliun atau 56,8 persen.
“Ini naik 1,5 persen dari tahun lalu. Sementara, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.087,9 triliun atau naik 10,9 persen dan TKDD Rp 472,9 triliun, turun 15,2 persen,” kata Sri Mulyani.
Selanjutnya, realisasi pajak mengalami kenaikan menjadi Rp 741,3 triliun atau 60,3 persen dari target Rp 1.229,6 triliun.
“Berarti ini tumbuh 9,5 persen. Selain itu, Bea Cukai juga masih menunjukkan perbaikan, terutama dikaitkan atau didukung oleh penerimaan bea keluar Rp 158 triliun dari target Rp 215 triliun atau 73,5 persen,” katanya.
Lalu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari target Rp 299,1 triliun, sudah terealisaai Rp 277,7 triliun atau mencapai 93,1 persen.
Sri Mulyani mengungkapkan, adanya kenaikan cukup signifikan dalam PNBP, terutama karena peningkatan harga sumber daya alam.
Terakhir, dia menambahkan, primary balance ada di angka Rp 170 triliun dan realisasi pembiayaan untuk investasi baru 33,5 persen dari target Rp 187,1 triliun.
