TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diestimasikan Sideways

Agus Haryanto
29 October 2021 | 04:47
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (29/10/2021) diestimasikan sideways.

Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul Sentimen Campuran, IHSG Berpotensi Sideways.

Bursa saham AS ditutup menguat. Dow Jones +0,68%, S&P500 0,98% dan Nasdaq 1,39% karena hasil kinerja yang kuat dari perusahaan-perusahaan besar. Tingkat pertumbuhan PDB AS naik 2% qoq pada 3Q21, di bawah perkiraan konsensus sebesar 2,7% dan jauh di bawah pertumbuhan 2Q21 sebesar 6,7%. Klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 23 Oktober turun menjadi 281 ribu, turun dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 291 ribu dan lebih rendah dari konvensi sebesar 290 ribu.

Imbal hasil penutupan 10 tahun kemarin naik 0,59% di level 1,58% dan Indeks USD turun 0,47% di level 93,36. Dari pasar komoditas harga minyak Brent ditutup flat di USD 83,91/barel (+0,01%), WTI di level USD 82,89/barel (-0,10%). Harga sejumlah komoditas lain campuran, timah ke menguat USD 35.855/ton (+1,31%), nikel naik menjadi USD 19.568/ton (+0,8%), CPO turun ke angka MYR 4.929/ton (-0,75%), Batubara baru turun di level USD 172/ton (-4,86%), emas flat (-0,03%) ke USD 1.802/toz.

Bursa Asia kemarin ditutup melemah. Shanghai 1,2%, Nikkei 1,0%, Kospi 0,5%, Hang Seng 0,4%. IHSG ditutup melemah 1,2% pada perdagangan kemarin ke level 6.524. Total total net sell kemarin sebesar Rp 504,7 miliar dengan net foreign sell di pasar regular sebesar Rp 467,6 miliar dan net sell di pasar negosiasi sebesar Rp 37,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak UNTR (Rp 75,2 miliar), BBRI (Rp 69,8 miliar), dan PTBA (Rp 69,5 miliar). Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBNI (Rp 60,1 miliar), INDY (Rp 36,7 miliar), dan BBTN (Rp 25,4 miliar).

BACA JUGA:   BEI Suspensi SOSS

Kasus positif COVID-19 Indonesia Kamis (28/10) sebanyak 723 kasus (+0,6% dibanding hari sebelumnya) dengan daily positive rate sebesar 0,4%. Total 984 orang yang dinyatakan sembuh kemarin dengan tingkat pemulihan sebesar 96,3%. Perkembangan vaksinasi di Indonesia kemarin dosis pertama bertambah sekitar 1,11 juta orang yang mencapai 56% dari target, pemberian dosis kedua bertambah sekitar 986 ribu orang.

Dari pasar regional pagi ini. Nikkei dibuka datar +0,03% dan Kospi menguat 0,54%. “IHSG kami memperkirakan mengalami sideways pengaruh hasil terbaru beberapa emiten yang keluar di 3Q21 rata-rata mencatatkan pengalaman pertumbuhan dibandingkan tahun lalu, namun bursa regional melemah serta harga komoditas yang beragam,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Aksi Ambil Untung Sektor Energi Lemahkan Indeks

Next Post

HAIS Berkategori UMA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR