TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonom UGM: Inflasi Januari 1,07% Karena Banjir

Nurdian Akhmad
3 February 2014 | 17:09
rubrik: Ekonomi

 

(Ilustrasi: Istimewa)
(Ilustrasi: Istimewa)

Jakarta, businessnews.id — Inflasi Januari 2014 mencapai 1,07 % (month-to-month), namun pada bulan berikutnya diperkirakan akan terjadi deflasi secara bulanan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Tony Prasetiantono. “Nanti pada Februari, saya kira inflasi 1,07% ini bisa turun di bawah itu atau bahkan deflasi. Tetapi, ini tergantung curah hujan yang terjadi di bulan ini. Jadi, saya pikir kalau inflasi 1% masih dalam batas-batas yang masuk akal,” papar Tony di Jakarta, Senin (3/2/14).

Menurut Tony, relatif tingginya inflasi Januari 2014 ini akibat banjir yang lebih besar di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat yang notabene pemasok utama bahan pangan dan sebagai jalur distribusi pangan. “Tahun ini memang banjirnya lebih dahsyat dari tahun lalu, terutama di Pantura, dan Manado juga dampaknya hebat. Kalau tahun lalu kan di Jakarta yang lebih kena dampak,” katanya.

Secara historis, ujar Tony, pada Januari tingkat inflasi rata-rata sebesar 1%, seperti yang terjadi pada momen Lebaran. “Jadi, inflasi 1,07% ini memang musiman. Di Indonesia kan karakter inflasinya one shock atau sekali inflasi tinggi, kemudian terkoreksi lagi,” jelas Tony.

Dia menyebutkan, pola inflasi yang menyerupai spiral sangat jarang terjadi di Indonesia, kecuali pada saat situasi politik dan keamanan sedang memanas. “Pola inflasi spiral ini juga sering terjadi di Thailand dan Turki, karena krisis politik mereka itu yang membuat sentimen negatif,” imbuhnya. (ABDUL AZIZ/DHI)

BACA JUGA:   Koordinasi Apik TPIP dengan TPID Kunci Pengendalian Inflasi
Tags: inflasi banjir
Previous Post

Banjir Bisa Untungkan Perusahaan Konstruksi

Next Post

Jelang MEA 2015, Pasar Modal Perlu Lebih Diperdalam

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR