
Jakarta, businessnews.id — Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, nilai tukar Rupiah terhadap USD yang relatif stabil di level Rp 12.200 ditambah banyaknya kerusakan infrastruktur akibat banjir akan membuka peluang bisnis bagi perusahaan jasa konstruksi.
“Kelihatannya kurs rupiah terhadap USD sudah stabil di Rp12.000-an. Semakin stabil, maka pasar saham bisa menjadi lebih menarik. Dan, banyaknya infrastruktur yang terdampak hujan terus- menerus, otomatis membuka harapan bagi perusahaan konstruksi,” papar Fauzi di Jakarta, Senin (3/2/14).
Namun demikian, kata Fauzi, stabilnya kurs Rupiah justru menghilangkan rasa optimistis perusahaan yang berpenghasilan USD. “Perusahaan yang berpendapatan USD itu prospeknya bagus, jika USD menguat dan Rupiah terus melemah,” ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, sikap pesimistis juga sudah ditunjukkan oleh eksportir di awal 2014 ini. “Kalau Rupiah menguat, yang diperkirakan di 2014, otomatis daya tarik perusahaan eksportir melemah. Kami melihat Rupiah akan rebound, terutama di triwulan keempat tahun ini, pasca- pembentukan pemerintah baru,” tutur Fauzi.
Dia memerkirakan, Rupiah di semester pertama ini bisa saja melemah ke level Rp 12.400. “Karena, terus-menerusnya isu tapering off dan faktor defisit neraca transaksi berjalan Indonesia masih besar. Lalu juga ada Pemilu di bulan April dan pemilihan presiden pada Juli,” katanya. (ABDUL AZIZ/DHI)