Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (10/11/2021) diperkirakan mengalami tekanan jual.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Akan Turun Hari Ini.
Bursa AS ditutup lebih rendah semalam. Dow Jones turun 0,31%, seperti halnya S&P 500 (0,35%), dan Nasdaq (0,6%), karena investor mengambil untung setelah reli pada Oktober, menjelang rilis data inflasi utama pada hari Rabu.
Pasar komoditas cukup beragam kemarin. Minyak WTI naik 2,87% menjadi USD 84,54/bbl, Brent naik 2,17% menjadi USD 85,27/bbl. Harga batubara turun 0,61% menjadi USD 162/ton, demikian pula nikel (-1,04% menjadi USD 19.435/ton) dan CPO (-2,17% menjadi MYR 4.789/ton). Emas naik 0,43% menjadi USD 1.833/toz.
Bursa Asia ditutup bervariasi kemarin. Nikkei turun 0,75%, sementara Hang Seng dan Shanghai masing-masing ditutup naik 0,20% dan 0,24%. Indeks EIDO ditutup naik 0,25%, dan IHSG naik 0,57% menjadi 6.669,7.
Investor asing mencatatkan net buy Rp 628 miliar di pasar reguler dan net sell Rp 2.017,1 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar asing terbesar di pasar reguler tercatat ASII (Rp 70,2 miliar), diikuti TLKM (Rp 58,9 miliar), dan MDKA (Rp 43,9 miliar). Aliran masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat BBCA (Rp 393,3 miliar), ARTO (Rp 253,5 miliar), dan BUKA (Rp 97,3 miliar). BBCA, ARTO, dan EMTK menjadi top leading mover, sedangkan BMRI, TLKM, dan ASII menjadi top lagging mover.
Sebanyak 434 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia kemarin dengan angka positif 0,3%. Sejauh ini, 4,2 juta kasus telah dilaporkan di Indonesia, dengan 4,0 juta pasien sembuh (tingkat kesembuhan: 96,4%, kasus aktif: 9,6 ribu).
Terkait vaksinasi, sejauh ini 126,5 juta orang di Indonesia telah menerima vaksin COVID-19 dosis pertama (+1,064 ribu pada Selasa) dan 80,1 juta telah menerima dosis kedua (+858 ribu pada Selasa).
Kospi turun 0,17% pagi ini, dan Nikkei turun 0,12%. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini, sejalan dengan pergerakan negatif bursa global,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
