Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (02/12/2021) diestimasikan kembali membukukan penurunan.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Diperkirakan Lanjut Melemah Hari Ini.
Bursa AS ditutup dengan posisi S&P500 turun 1,2%, Nasdaq 1,8%, dan DJIA 1,3%, setelah CDC mengkonfirmasi kasus pertama COVID-19 varian Omicron di AS.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat Rabu (1/12), timah naik 0,8% ke level USD 39,260/ton, batu bara 7,1% ke level USD 152,3/ton, emas 0,4% menjadi USD 1.784/ton, CPO 0,4% ke level RM 4.688/ton. Sementara itu, harga minyak WTI turun 2,1% ke level USD 65.6/bbl dan nikel 0,06% menjadi USD 19.910/ton.
Bursa Asia Rabu (1/12) ditutup campuran: Kospi +2,1%, Nikkei 0,4%, Shanghai 0,4%, dan Hang Seng 0,8%. EIDO ditutup melemah 1,2% ke level 23.0, sementara IHSG ditutup melemah 0,4% ke level 6.508, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 590,7 miliar dan net sell asing sebesar Rp 30.9 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ASII (Rp 131,8 miliar), disusul BUKA (Rp 112,8 miliar), dan BMRI (Rp 62,3 miliar). Sementara itu, net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 114,6 miliar), disusul ICBP (Rp 72,2 miliar), dan BBCA (Rp 49,1 miliar). Top leading movers adalah TLKM, ICBP, BMRI, sementara UNVR, ASII, dan BUKA menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 278 kasus baru COVID-19 di Indonesia Rabu, dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,4%, kasus aktif: 7.883).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei 1,0% dan Kospi 0,8%. “Kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah hari ini, seiring dengan melemahnya bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
