TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tekanan Jual Masih Membayangi IHSG

Agus Haryanto
8 September 2026 | 07:50
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan MNCS Daily Scope edisi 8 September 2026, IHSG turun 0,25% ke level 6.619 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang meningkat.

MNC Sekuritas menilai area koreksi IHSG yang sebelumnya disampaikan telah tercapai. Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan sudah berada di akhir wave v dari wave (c). Kondisi tersebut membuat IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan area terdekat berada di 6.578–6.598.

Adapun level support IHSG berada di 6.561 dan 6.476. Sementara itu, level resistance berada di 6.705 dan 6.755.

Di tengah kondisi pasar yang masih menghadapi tekanan jual, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham, yakni Buy on Weakness untuk HRUM dan INKP, Trading Buy untuk MDKA, serta Sell on Strength untuk TPIA.

HRUM — Buy on Weakness

Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) terkoreksi 1,05% ke Rp940. Tekanan jual masih mendominasi, meskipun volume perdagangan cenderung mengecil.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi HRUM saat ini berada pada bagian wave (iv) dari wave [c].

Investor dapat mempertimbangkan strategi Buy on Weakness pada area Rp890–Rp910.

Target harga yang diberikan berada di Rp985 dan Rp1.015, dengan stop loss di bawah Rp870.

INKP — Buy on Weakness

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menguat 3,13% ke Rp9.075, disertai munculnya volume pembelian. Pergerakan saham juga masih mampu bertahan di atas cluster MA20 dan MA200.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi INKP saat ini berada pada bagian wave (v) dari wave [c] dari wave B.

Strategi Buy on Weakness dapat dilakukan pada area Rp8.750–Rp8.975.

Target harga INKP berada di Rp9.250 dan Rp9.500, dengan stop loss di bawah Rp8.500.

BACA JUGA:   Gelar CEON 2020, OJK dan SRO Optimistis Sambut Pemulihan Ekonomi
MDKA — Trading Buy

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkoreksi 0,69% ke Rp2.880 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Pergerakan saham juga belum mampu menembus MA20.

Namun, selama MDKA masih mampu bertahan di atas level Rp2.850 sebagai stop loss, MNC Sekuritas memperkirakan posisi saham tersebut sedang berada pada bagian wave [ii] dari wave C.

Strategi Trading Buy direkomendasikan pada area Rp2.860–Rp2.880.

Target harga ditetapkan di Rp2.980 dan Rp3.020, sedangkan stop loss di bawah Rp2.850.

TPIA — Sell on Strength

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi 1% ke Rp1.975 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Pergerakan saham juga sudah berada di bawah MA60.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi TPIA saat ini berada pada bagian awal wave (c) dari wave [y]. Dengan kondisi tersebut, saham TPIA rawan melanjutkan koreksi ke rentang area Rp1.650–Rp1.790.

Strategi yang direkomendasikan adalah Sell on Strength pada area Rp2.000–Rp2.020.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Gunung Sinabung Siaga, Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar Dicek

Next Post

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham SINI untuk Cooling Down

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR