Jakarta-Thebusinessnews.Meski sebagian besar analis kerap menggadang-gadang saham consumer goods bakal mengalami kinerja signifikan, namun pada pencatatan perdana saham PT Kino Indonesia Tbk relatif stabil pada kenaikan sebesar 1,97 persen.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, pergerakan harga saham KINO stabil di level Rp3.875 atau meningkat tipis dari harga penawaran awal Rp3.800. Namun di awal pembukaan, harga saham sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp4.250 atau meningkat 11,84 persen.
“Kami yakin prospek bisnis Kino akan semakin berkembang, mengingat barang-barang konsumer merupakan kebutuhan masyarakat setiap hari,” kata Presiden Direktur Kino, Harry Sanusi di Jakarta, Jumat.11 Desember 2015
Harry menilai bahwa consumer goods merupakan industri yang bisa bertahan di saat krisis. Dengan demikian, jelas dia, industri yang didorong oleh jumlah penduduk. Indonesia mencapai 250 juta akan mampu memenhui target yang diharapkan perseroan.
Sementara itu, menurut Group Corporate-Finance Director Kino, Peter Chayson, perseroan menetapkan jumlah saham yang dilepas dalam IPO sebanyak 228,57 juta saham atau sebesar 16 persen dari modal disetor.
“Kino akan menggunakan dana hasil IPO sebesar 27 persen untuk akuisisi merek atau aset dan penyertaan modal pada perusahaan di industri sejenis untuk mendukung pertumbuhan inorganik Grup Kino,” paparnya.
Peter menyebutkan, sebesar 50 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal, sedangkan sebesar 23 persen akan digunakan perseroan dan entitas anak sebagai modal kerja.
Kino menunjuk penjamin pelaksana emisi efek pada IPO ini adalah PT Deutsche Securities Indonesia, PT Credit Suisse Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities.