TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Delegasi Turki Lirik Peluang Investasi di JTTS

Albarsyah
15 December 2021 | 14:18
rubrik: Ekonomi
Delegasi Turki Lirik Peluang Investasi di JTTS

Jakarta, TopBusiness – Menindaklanjuti kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono ke Turki pada 4-6 November 2021 lalu dalam rangka  penjajakan kerjasama pembangunan infrastruktur antara Indonesia dan Turki, kini giliran  Delegasi Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia melakukan serangkaian kunjungan kerja di  Indonesia. Adapun salah satu agenda dalam rangkaian kunjungan kerja ini adalah site visit ke Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai.

Rombongan yang terdiri dari Duta Besar Indonesia untuk Turki, beberapa perusahaan konstruksi asal Turki yakni ERG İnşaat Ticaret ve Sanayi dan DORCE Ltd melakukan  kunjungan kerjanya sejak Selasa (14/12) hingga Rabu (15/12). Adapun agenda yang dilakukan antara lain pembahasan road project financing, pembahasan detail proyek yang akan dibukakan peluang kerjasama pada pihak Turki, hingga kunjungan lapangan ke ruas JTTS.

Turut serta dalam kunjungan kerja ini, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Reni Ahiantini, Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, serta Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan. 

Sementara Delegasi Turki yang turut serta diantaranya Group CFO ERG İnşaat Ticaret ve  Sanayi, Ali Koray Erden, General Manager ERG İnşaat Ticaret ve Sanayi, Ali Riza  Bayraktaroğlu, dan Deputy General Manager of Business Development at DORCE Ltd,  Geldimurat Annageldiyev. 

Agenda pada site visit JTTS Tol Pekanbaru – Dumai juga sekaligus mengajak calon investor melakukan survei kondisi tanah khususnya pada sekitar proyek pembangunan Tol Pekanbaru – Bangkinang, serta pembahasan mengenai detail usulan proyek yang akan dikolaborasikan dengan kontraktor asal Turki tersebut.

Kunjungan ini menjadi kunjungan awal sebelum  pelaksanaan Business Forum antara Asosiasi Kontraktor Turki (TCA) dengan Asosiasi  Kontraktor Indonesia serta antara Asosiasi Konsultan Turki (ATCEA) dengan Asosiasi  Konsultan Indonesia yang akan diselenggarakan di Jakarta pada awal 2022 mendatang.

BACA JUGA:   Di WWF ke-10, Pemerintah Dorong Jurnalis Promosikan Pengelolaan Air Berkelanjutan

Di sela-sela kunjungan, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra  Zuna, mengatakan bahwa Kementerian PUPR menyambut baik minat kerjasama para  pengusaha dan perusahaan konstruksi asal Turki, khususnya untuk terlibat dalam  pembangunan JTTS. “Bersama dengan HK kita membahas rencana kerjasama. Meski demikian ini baru merupakan tahapan awal penjajakan kerjasama sehingga kita ajak mereka untuk survei kondisi lapangan. Selain itu, masih banyak hal-hal yang perlu dilengkapi untuk dapat  merealisasikan kerjasama ini nantinya. Adapun Proyek yang ditawarkan adalah Proyek JTTS  ruas Jambi – Rengat dan beberapa Ruas Rengat – Pekanbaru (Pekanbaru – Siak) dengan total  panjang sepanjang 282,7 Km yang memiliki total investasi sebesar USD 3,1 miliar,” jelas  Herry.

Salah satu delegasi Turki, yakni Ali Koray Erden selaku Group CFO, ERG İnşaat Ticaret ve Sanayi, menyampaikan antusiasmenya untuk berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan Hutama Karya selaku owner JTTS. “We’re looking forward to collaborate on infrastructure development here in Indonesia through our good portofolio on building toll road in our country,” ujar Ali. 

Sementara itu, Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan bahwa Hutama  Karya siap mendukung minat investasi Turki di Indonesia khususnya dalam penyelesaian  pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. “Ini merupakan langkah yang baik untuk membuka  peluang investasi di Indonesia. Adapun setelah ini kami akan melanjutkan penjajakan  kerjasama dengan segera merealisasikan MoU antara kedua belah pihak. Nantinya ada banyak  manfaat yang bisa kita dapatkan melalui kolaborasi ini, salah satunya transfer knowledge dan  teknologi terkini. Saya berharap pertemuan hari ini akan menjadi awal langkah kita dalam  kerjasama pembangunan infrastruktur yang lebih baik antara kedua negara utamanya dalam  mendukung percepatan penyelesaian JTTS,” ujar Koentjoro kepada Top Business.

BACA JUGA:   Diapresiasi Badan Pangan Dunia, KUR Harus Menyentuh Petani Kecil

Lebih lanjut Koentjoro menyampaikan bahwa pembangunan salah satu ruas JTTS yang  dilintasi yakni Tol Pekanbaru – Bangkinang cukup progresif dimana hingga saat ini tol  sepanjang 40 Km konstruksinya telah mencapai 76%. “Nantinya Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang yang memiliki 2×2 lajur akan dilengkapi dengan 6 (enam) jembatan, 2 (dua) Rest  Area, serta 1 Gerbang Tol (GT) yang berada di Bangkinang. Tentunya kami berharap, jalan tol  ini dapat segera difungsionalkan pada awal tahun 2022 mendatang,” tutup Koentjoro, Direktur  Operasi III Hutama Karya.

Disamping progress signifikan Jalan Tol Pekanbaru – Bangkingang yang sedang dibangun,  Hutama Karya juga terus mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada Jalan Tol  Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 Km yang telah dioperasikan sejak tahun lalu. Jalan tol ini dilengkapi dengan Tempat Istirahat Sementara (TIS) yang berlokasi di KM 45 arah Pekanbaru  menuju Dumai, KM 65 arah Dumai ke Pekanbaru, dan KM 82 dikedua arahnya, dimana masing-masing TIS tersebut sudah terisi 8 (delapan) tenant yang terdiri dari UMKM Daerah, (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Modular, Bengkel, Kios UMKM, dan  Minimarket. Setiap TIS yang dikelola oleh Jalan Tol Pekanbaru – Dumai dapat menampung hingga 30 Kendaraan.

Selain itu, dilakukan pula pemeliharaan secara berkala sesuai SPM demi kenyamanan dan  keamanan pengguna jalan tol yang dikelola dengan menggunakan sistem Rekonstruksi Beton  Rigid, Scrapping, Filling & Overlay (SFO) dan Patching Hotmix sesuai dengan tingkat perbaikannya. Masih berkaitan dengan pemeliharaan, Tol Permai juga mendukung  penghijauan dengan secara rutin melakukan penanaman pohon, tercatat 34.330 pohon telah di  tanam di sepanjang jalan tol dan Rest Area pada periode 2021.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya ke Turki pada  November lalu mengatakan bahwa Indonesia mendorong investor-investor dari Turki untuk  berinvestasi di berbagai sektor infrastruktur baik melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan  Usaha (KPBU), maupun Engineering, Procurement, Construction (EPC). Kementerian PUPR  menyakini bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia masih banyak menyediakan peluang  investasi yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan konstruksi dari luar negeri, khususnya  Turki.

Previous Post

Ekspor Januari-November 2021 Naik 42,62%

Next Post

Erick: Kita Perlu Super Hero Pasca-Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR