Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (23/12/2021) diproyeksikan terdongkrak.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Menguat.
Bursa AS semalam ditutup menguat. S&P500 +1,0%, Nasdaq 1,2%, dan DJIA 0,7%, di tengah rilis data GDP growth rate AS di 3Q21, yaitu sebesar 2,3% yang melebihi perkiraan konsensus (2,1%). Yield UST 10Y turun ke level 1,46% dan USDIndex turun ke level 96,1.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat. Nikel naik 0,4% menjadi USD 19.648/ton, emas 0,7% menjadi USD 1.802/ toz, timah 0,9% ke level USD 38.593/ton, CPO 1,2% ke level RM 4.661/ton, harga minyak 1,7% ke level USD 72,8/bbl, sedangkan batu bara turun 2,1% ke level USD 179/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup cenderung menguat. Hang Seng 0,6%, Kospi 0,3%, Nikkei 0,2%, dan Shanghai -0,07%. Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,4% ke level 6.530, dengan net sell asing di pasar reguler sebesar Rp 207,0 miliar dan net sell asing di pasar negosiasi sebesar Rp 167,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 134,0 miliar), ADRO (Rp 115,7 miliar), dan ASII (Rp 80,0 miliar). Sementara itu, net buy asing tertinggi dicatatkan ARTO (Rp 260,5 miliar), EMTK (Rp 49,1 miliar), dan BBYB (Rp 42,4 miliar). Top leading movers adalah ARTO, BEBS, MASA dan top lagging movers adalah BBCA, TLKM, BMRI.
Terjadi penambahan 179 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positive rate sebesar 0,1% (recovery rate: 96,5%, kasus aktif: 4.746).
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Nikkei 0,5% dan Kospi 0,1%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
