Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (28/12/2021) diperkirakan menguat.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul Sentimen Global dan Regional, IHSG Diperkirakan Menguat.
Semalam pasar AS bergerak menguat. Indeks Dow Jones menguat 0,98%, S&P 500 1,38%, dan Nasdaq 1,39%. Salah satu katalis yang diperhatikan investor pada pekan ini adalah adanya rilis data klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis ini.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung menguat kemarin. Minyak WTI menguat 0,17% ke level USD 75,69/bbl, Brent melemah 0,1% ke level USD 78,61/bbl. Harga batubara naik 0,18% ke level USD 168,9/ton, sedangkan nikel menguat 2,02% ke level USD 19.647/ton, dan CPO turun 0,59% ke level MYR 4.836/ton. Harga emas terpantau flat +0.02% di level USD 1.812/toz.
Sedangkan bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Nikkei melemah 0,37%, Shanghai ditutup flat -0,06% dan Indeks EIDO ditutup +1.00%. Sementara itu, IHSG ditutup menguat 0,19% ke level 6.575, dengan net buy sebesar Rp 346,9 miliar. Pasar reguler mencatatkan net sell sebesar Rp 96 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar Rp 460,9 miliar. Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan MDKA (Rp 58,1 miliar), BMRI (Rp 57,5 miliar), dan INKP (Rp 31,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak ADRO (Rp 76,5 miliar), BBYB (Rp 53,3 miliar), dan BBRI (Rp 49 miliar). Top leading mover emiten BBCA, GEMS, INKP, sementara top lagging mover emiten ARTO, TLKM, DCII.
Terjadi penambahan 120 kasus baru COVID-19 pada hari Senin (27/12) dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.496).
Pagi ini Kospi dibuka menguat 0,25% dan Nikkei 0,90%. “Kami memperkirakan IHSG menguat hari ini, seiring dengan sentimen pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
