Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (29/12/2021) berpeluang untuk melemah.
Dalam laman samuel.co.id, tim riset harian Samuel Sekuritas Indonesia, di Jakarta, mengambil judul IHSG Cenderung Melemah Mengikuti Global dan Regional.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup beragam dengan Indeks Dow Jones naik 0,26%, S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing turun 0,10% dan 0,56%. Pergerakan indeks dipengaruhi oleh investor yang mencermati perkembangan kasus Covid-19 di AS.
Pasar komoditas terpantau bergerak beragam kemarin. Harga minyak WTI naik 0,17% ke level USD 76,03/bbl, Brent stabil di level USD 78,94/bbl. Harga batubara turun 2,86% ke level USD 168/ton, dan CPO naik 3,74% ke level MYR 5.017/ton. Harga emas terpantau turun 0,31% ke level USD 1.806.5/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup lebih tinggi. Nikkei ditutup naik 1,37%, Hang Seng ditutup naik 0,24% dan Shanghai 0,39%. Indeks EIDO ditutup naik+ 0,09%, dan IHSG 0,35% ke level 6.598,3. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 548,9 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar Rp 13,5 miliar di pasar negosiasi. Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ARTO (Rp 94,1 miliar), UNTR (Rp 72,6 miliar), dan HRUM (Rp 70,6 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBYB (Rp 22,4 miliar), SMGR (Rp 20,7 miliar), dan NATO (Rp 18,5 miliar. Top leading movers emiten DCII, GEMS, BBRI, sementara top lagging movers emiten MASA, BRIS, BUKA .
Terjadi penambahan 278 kasus baru COVID-19 kemarin dengan tingkat positif sebesar 0,2% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 4.614).
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Kospi turun 0,65% dan Nikkei 0,17%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak negatif pada perdagangan hari ini mengikuti pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
