TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

DAHANA Uji Coba Rudal Merapi Penembak Pesawat Terbang

Albarsyah
30 December 2021 | 20:04
rubrik: BUMN
DAHANA Uji Coba Rudal Merapi Penembak Pesawat Terbang

Jakarta, TopBusiness – PT DAHANA (Persero) bekerjama dengan Pusat Penelitian Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan, melakukan uji coba Peluru Kendali (Rudal) Merapi di Area Weapon Range (AWR) TNI AU, Lumajang, Jawa Timur, 27 – 28 Desember 2021.

Tahun ini, uji coba Rudal Merapi diberi istilah “Konser Akhir Tahun 2021”, yang berfungsi untuk mengevaluasi performansi tiap-tiap subsistem rudal dalam rangka pematangan penguasaan pembuatan teknologi rudal, peningkatan kemampuan rudal, serta persiapan hasil produksi riset untuk industri. 

Proses Quality Assurance (QA) selama pembuatan, Rudal Merapi diproduksi dengan sangat ketat dan evaluasi kali ini meliputi performansi roket pendorong, struktur aerodinamik sirip belakang (fin-tail), sirip depan (canard), penjejak (seeker) yang menggunakan teknologi inframerah, peluncur tabung, dan lain-lain.

Menurut Direktur Teknologi dan Pengembangan DAHANA, Suhendra Yusuf RPN, DAHANA bertugas untuk membuat bahan propelan untuk roket pendorong pada rudal dengan kaliber 70 mm tersebut, sehingga Rudal Merapi mampu melesat di atas kecepatan 650 kilometer per jam atau bahkan dapat melampaui kecepatan suara.

“Kecepatan rudal mampu untuk merontokkan pesawat baik pesawat tempur, helikoper militer, serta sasaran udara lainnya seperti drone,” ujar Suhendra dalam keterangan resminya.

Dengan berat rudal yang cukup ringan yaitu sekitar 10 kg, Rudal Merapi dapat dengan mudah dibawa ke mana-mana oleh tentara. Pada aplikasinya, rudal dimasukkan ke dalam tabung peluncur yang membutuhkan canard dan fin-tail yang dapat dilipat, sehingga setelah rudal ditembakkan dari peluncur, semua sirip-sirip tersebut akan membuka untuk melakukan fungsi aerodinamiknya menuju sasaran. 

Rudal besutan anak bangsa ini juga dilengkapi dengan sistem fire and forget, dimana setelah rudal dilepaskan, ia akan mengunci target sasaran secara otomatis, sehingga memudahkan para penembak rudal dalam melakukan manuver selanjutnya setelah melesatkan rudal.

BACA JUGA:   CEPI Percayakan Bio Farma untuk Produksi Vaksin Covid-19

Menurut team leader CIRNOV, Prof. Hariyadi, dari hasil uji tembak yang dilakukan, diperoleh konsistensi yang tinggi mengenai performansi roket pendorong rudal selain jarak jangkau langsung ke sasaran dapat mencapai 3.000 m. Hal ini penting karena akan menjadi salah satu rujukan dasar bagi sinkronisasi subsistem lain dari rudal secara lengkap.  Juga canard dan fin-tail dapat membuka dengan baik setelah ke luar tabung peluncur untuk menuju area sasaran yang ditandai dengan flare atau sumber cahaya penghasil sinar inframerah yang dibawa terbang oleh drone.

Selanjutnya performansi sub yang lain berkaitan dengan posisi sasaran, sudut angguk (pitching), geleng (yawing), dan putaran rudal (rolling) termasuk posisi sasaran oleh seeker dapat dimonitor melalui alat telemetry yang dipasang di rudal selama ditembakkan, sehingga diperoleh data secara langsung (real time) dan berterusan untuk evaluasi. 

Semua komponen rudal mampu menahan hentakan (G-shock) hingga mencapai 20 G yang muncul sewaktu rudal keluar dari peluncur. 

Suhendra juga berharap, dengan membuat peluru kendali secara mandiri, Indonesia dapat menghadapi ancaman embargo. Selain memenuhi kebutuhan Alutsista Nasional, produksi rudal Merapi secara masif memiliki potensi untuk menambah finansial negara dengan menawarkannya di pasar persenjataan dunia.

Previous Post

Menko Perekonomian Optimistis Ekonomi RI 2021 Melaju 4 Persen

Next Post

GeoDipa Anti Penyuapan, Wujudkan Peradaban Perusahaan Berkelas Dunia

Comments 4

  1. joko says:
    4 years ago

    Iya memang benar negara Indonesia telah berhasil membuat rudal atau roket R-HAN, Kodok bertehnologi laser, dan rudal kendali Merapi, dan telah berhasil diuji coba dengan tepat mengenai sasarannya. Rudal atau roket ini baik yang konvensional ataupun yang bertehnologi laser dan juga rudal kendali, saat ini baru diproduksi dengan ukuran kecil atau hanya kurang lebih untuk mencapai jarak 3000 an meter saja, akan tetapi sebenarnya semua jenis rudal ini sudah diperbesar ukurannya dan bahkan sudah diisi nuklir di kepala rudal atau roketnya, dan bisa mencapai 10.000 km sampai dengan 20.000 km. Kita juga sudah berhasil membuat rudal anti rudal buatan lokal sendiri dan tepat bisa menangkal rudal musuh yang mau atau ditembakkan ke arah negara kita atau Indonesia. Jadi kesimpulannya adalah bahwa negara kita atau NKRI sudah bisa menyamai negara-negara maju seperti USA, Rusia, China dan bahkan negara maju besar lainnya di dalam hal persenjataan roket atau rudal. Ingat bukan hanya rudal saja negara kita sudah mampu produksi akan tetapi juga ada senjata laras panjang dan laras pendek, panser, tank darat dan tank ampibi, kapal patroli, kapal perang besar dan kecil serta menengah, kapal selam, satelit militer, dll. Jadi apabila memang nantinya sampai terjadi perang dunia ketiga kemampuan militer negara kita bukan hanya sanggup melindungi rakyat dan wilayah Indonesia akan tetapi juga sanggup melindungi wilayah dan penduduk di negara sekitar Indonesia khususnya ASEAN, Australia, dan juga Selandia Baru, karena maklum saja karena rudal-rudal ataupun roket-roket konvesional dan kendali buatan kita bukan saja ditempatkan di markas rudal atau roket saja tetapi juga bisa mobile atau bergerak, karena bisa ditempatkan di mobil truk pengangkut rudal atau roket, bisa di kapal perang, ataupun di pesawat tempur. Akan tetapi sayangnya negara Indonesia adalah negara yang politiknya tidak memihak blok barat dan juga blok timur, akan tetapi Indonesia jika benar nanti sampai terjadi perang dunia ketiga tetap akan melindungi negara kita sendiri ataupun negara lain yang membutuhkan. Doakan saja semoga tidak sampai terjadi perang dunia ketiga akibat masih berlanjutnya perang Rusia dan Ukraina.

    Reply
  2. agustinus slamet says:
    4 years ago

    Oh iya selain pesawat tempur yang produksinya bekerjasama dengan negara Korea Selatan atau produk pesawat tempur Golden t-50, ada juga pesawat tempur generasi empat setengah atau KF-21 yang sudah diproduksi bersama negara Korea Selatan, masih ada lagi pesawat tempur yang sebernarnya sudah diproduksi besar-besaran dan disimpan untuk persiapan apabila nanti benar terjadi perang dunia ketiga atau perang nuklir dan laser, serta perang tehnologi, yaitu pesawat tempur Srikandi, Elang Jawa, dan juga Pesawat Siluman generasi 6. Ketiga pesawat tempur ini atau pesawat Srikandi, Elang jawa, dan juga Pesawat Siluman yang bisa tidak terlihat mata telanjang, suara sangat kecil, dan bahkan tidak bisa ditangkap oleh radar, dengan persenjataan senapan mesin, rudal atau roket konvensional dan juga nuklir, dan tameng energi dari senjata rudal, senapan mesin ataupun senjata laser. Intinya belum ada satupun negara di dunia yang bisa memproduksi tiga pesawat super canggih ini selain negara Indonesia. Namun sayang di negara Indonesia selalu saja dikuasai oleh pemimpin yang curang untuk bisa menjadi pejabat negaranya dibelakang layarnya, maka dari itu semua alutsita ini disimpan dan tidak dipakai.

    Reply
  3. joko says:
    3 years ago

    Benar itu semua alutsista mulai dari rudal jarak pendek, menengah, dan juga jauh, baik yang rudal konvensional ataupun rudal kendali atau rudal, rudal hipersonik, atau ICBM, rudal anti rudal, telah dibuat dan disimpan, bahkan panser, tank, kapal perang, kapal induk, kapal patroli, kapal selam, senjata-senjata laras pendek dan laras panjang bahkan yang laser pemusnah, dll, termasuk pesawat tempur srikandi, elang jawa, dan juga pesawat siluman generasi 7 yang tidak bisa dideteksi dengan radar ataupun tehnologi lain dan bersuara sangat kecil, serta bisa menghilang dari pandangan mata, semua sudah dibuatr dan disimpan ditempat rahasia. Jangan heran tidak diberikan kepada penguasa-penguasa syetan dan juga pengikutnya yang syetan-syetan atau iblis-iblis di Indonesia karena pemilunya dari pertama ada pemilu di NKRI ini selalu saja curang dibelakang layarnya, dan bahkan mau diteruskan lagi ditahun 2024 nanti. Ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia yang beragama sejati belum pernah benar-benar merdeka, akan tetapi justru yang merdeka penguasa syetan-syetan dan juga pengikutnya syetan-syetan dan juga iblis-iblis yang berpura-pura bergama macam-macam itu. Kerjasama militer dengan negara Rusia atheis dan juga negara atheis lain dilakukan oleh para pemimpin negara Indonesia ini sejak dari jaman ” Presiden RI” atau SOEKARNO sampai dengan “Presiden RI” atau si Joko Widodo, dan itu menandakan bahwa di negara Indonesia itu selalu saja dikuasai oleh syetan-syetan dan juga iblis-iblis para pengikutnya. Bahkan para Capres-capres dan juga Cawapres semuanya adalah manusia palsu atau manusia jelmaan syetan yang sebenarnya adalah atheis akan tetapi ngaku-ngaku beragama.

    Reply
  4. joko says:
    3 years ago

    Sandiwara perang setelah dilakukan di ukraina dengan Rusia, maka kemudian akan dilanjutkan China dengan Taiwan, dan tidak lama lagi akan berlangsung. Rata-rata para pemimpin dunia yang beragama contohnya Islam dan negara contohnya adalah Arab Saudi telah kerjasama atau bersekutu dengan China atau Tiongkok, padahal Tuhan Allah di dalam agama Islam yaitu surat AN nisa ayat 72 mengatakan bahwa Tuhan Allah SWT menyuruh hambanya yang beriman untuk memerangi syetan-syetan dan juga iblis-iblis atau para pengikut syetan, dan bukannya malah bersekutu atau bekerja sama. Hal ini sudah jelas bahwa Arab Saudi kemungkinan dipimpin oleh orang munafik dan jahat atau iblis atau justru malah manusia palsu atau syetan. Ingat dengan pembunuhan seorang wartawan Arab Saudi yang bernama khasogi ? bukankah perintah pembunuhan itu kemungkinan datangnya dari Raja Arab Saudi ? Kalau di Indonesia sudah dari sejak pemimpin pertama sampai dengan Presiden RI atau J oko Widodo sudah bekerjasama dengan negara-negara atheis atau tidak mengakui adanya Tuhan. Kesimpulannya adalah hampir semua negara yang beragama sudah dipimpin oleh iblis-iblis atau syetan-syetan yang berpura-pura beragama macam-macam.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR