Jakarta, TopBusiness – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021 ini akan berada pada kisaran 3,7 persen-4 persen. Pada kuartal IV 2021 ekonomi nasional akan melaju di atas 5 persen
“Pertumbuhan ekonomi sudah masuk di jalur positif. Dari sisi permintaan sudah positif begitu juga dari segi suplai yang terus bertumbuh,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (30/12/2021).
Optimisme tersebut didasari oleh data PMI Manufaktur Indonesia hingga November 2021berada di level 53,9 poin atau dalam level ekspansi. Geliat industri itu juga ditunjukkan dari capaian ekspor yang tinggi sepanjang tahun ini.
Di samping ekspor yang tinggi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dalam negeri di bulan yang sama mencapai 118,5, meningkat dari bulan sebelumnya.
Adapun dari segi inflasi, hingga November lalu mencapai 1,75 persen year on year (yoy). Sampai dengan akhir tahun, angka inflasi kemungkinan mencapa kisaran 1,77 persen atau masih sasaran inflasi tahun ini sebesar 3 plus minus 1 persen.
“Inflasi yang masih terjaga rendah dan stabil mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Tahun 2022, Airlangga memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada pada kisaran 5,2 persen. Level tersebut sama seperti pertumbuhan ekonomi yang dicapai Indonesia sebelum pandemi terjadi. Adapun, tingkat inflasi tahun depan tetap ditargetkan mencapai 3 plus minus 1 persen.
“Capaian pertumbuhan ekonomi tahun depan akan sangat tergantung pada tiga faktor. Pertama, pengendalian pandemi yang disiplin disertai dengan dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan.
Faktor kedua, akan sangat bergantung pada respons kebijakan ekonomi yang tepat, termasuk fiskal dan moneter untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat. Terakhir yakni penciptaan lapangan kerja secara signifikan dengan kesiapan transformasi teknologi digital.
