Jakarta, TopBusiness – Hingga sesi akhir perdagangan Kamis (06/01/2022), indeks harga saham gabungan atau IHSG berpeluang melemah, seiring turunnya bursa saham global dan regional.
Dalam website Samuel.co.id, daily research report dari Samuel Research Team, memperlihatkan tema “IHSG Cenderung Melemah Mengikuti Global dan Regiona”.
l
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup melemah dengan index dow jones turun 1,07%, S&P 500 1,94% dan Nasdaq 3,34%. Pergerakan indeks dipengaruhi oleh rilis risalah rapat The Fed yang menyatakan mereka mempertimbangkan untuk menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat dari ekspektasi dan pengurangan balance sheet.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Harga minyak WTI naik 0,19% ke level USD 77,14/bbl, diikuti Brent 0,3% di level USD 80,24/bbl. Harga batubara 3,39% ke level USD 179,9/ton, dan nikel turun 1,95% ke level USD 20.710 dan CPO naik 2,32% ke level MYR 5.290/ton. Harga emas terpantau turun 0,31% ke level USD 1.808,9/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed. Nikkei ditutup naik 0,1%, Hang Seng ditutup turun 1,64% dan Shanghai 1,02%. Indeks EIDO 1,59%, dan IHSG 0,49% ke level 6.662,3.
Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 836,3 miliar di pasar reguler, dan net sell sebesar Rp 34,3 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 307,1 miliar), BBCA (Rp 235,4 miliar), dan ARTO (Rp 182 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oBUKA (Rp 42 miliar), SMGR (Rp 34 miliar), dan PGAS (Rp 18 miliar). Top leading movers emiten BBRI, BBHI, BBCA, sementara top lagging movers emiten TLKM, ASII, BMRI.
Terjadi penambahan 404 kasus baru COVID-19 kemarin dengan positive rate sebesar 0,2% (recovery rate: 965%, kasus aktif: 4.878).
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Kospi turun 0,88% dan Nikkei 0,96%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini mengikuti pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
