Jakarta—Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar menyatakan, bagi seluruh pengembang energi baru terbarukan harus bisa mencari pendanaan dari luar negeri, karena hampir seluruh institusi perbankan dalam negeri tidak bisa kompetitif dalam pengembangan energi tersebut.
“Rata-rata bank lokal memberikan bunga pinjaman sebesar 10-11 persen,” kata dia dalam sebuah workshop, di Jakarta, Selasa (9/5/2017).
Arcandra menegaskan, ada lembaga pendanaan luar negeri yang menawarkan bunga di bawah 2%. “Kami siap mempertemukan antara pengembang EBTKE kepada funding luar negeri tersebut. Tentunya funding tersebut sudah siap membantu pembiayaan di seluruh pembangunan dan pengembangan EBTKE tersebut,” tegas Arcandra.
Saat ini, harga jual listrik dengan berbasiskan kepada EBTKE di harga 8-10 sen Dolar per kwh.
Sementara, harga di pasar global pada angka 2,42 sampai 13,5 sen Dolar per kwh.
“Kecuali untuk harga pembangkit listrik panas bumi dan pembangkit sampah, tentunya untuk harga tergantung kesepakatan antara pengembang dan PLN,” kata dia (Al)