Jakarta-Thebusinessnews. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengaku optimistis jaringan sistem infrastruktur yang dikembangkan perseroan mampu melayani pembelian reksadana di setiap kantor PT Pos Indonesia (Persero).
“Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah membolehkan siapa saja menjadi agen penjual reksadana. Nanti Kantor Pos bisa terhubung dengan sistem infrastruktur KSEI,” kata Direktur Utama KSEI, Margeret M Tang di Jakarta, Selasa, 23 Desember 2015.
Menurut dia, perluasan penjualan reksadana melalui Kantor Pos diharapkan bisa menjadi salah satu basis percepatan mencetak investor baru. “Sekarang ini investor kita masih sangat sedikit, cuma 430 ribu investor,” ucap Margeret.
Selain itu, lanjut dia, upaya KSEI mendekatkan akses masyarakat ke pasar modal juga akan dilakukan melalui kemudahan pembelian reksadana di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di 2016. “Saat ini ATM hanya bisa melayani cek saldo dan mutasi,” imbuhnya.
Dengan demikian, kata dia, pihaknya terus meng-uprgrade sistem infrastruktur reksadana agar lebih efektif dan efisien bagi calon investor. “Karena, kami bersama SRO lainnya beserta OJK fokus meningkatkan jumlah investor. Kami akan bereskan dahulu di dalamnya,” ucap Margeret.
Dia menambahkan, pengembangan sistem infrastruktur tersebut akan menghilangkan mekanisme penjualan reksadana yang selama ini dilakukan secara manual. “Kami menginginkan back-office berjalan lebih efisien,” ujarnya.
Mergeret menyebutkan, saat ini KSEI berupaya menjalankan fungsi dan peran sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) dan Self Regulatory Organization (SRO) bersama BEI dan PT Kliring Penjaminan Efek Inonesia.
Dia menyatakan, fokus pengembangan KSEI memang meliputi tiga rencana strategis, yakni proyek pengembangan sistem utama, perluasan sinergi Fasilitas AKSES dengan perbankan dan sistem reksadana terpadu (S-Invest).
“Sekarang sudah ada sembilan bank administrator RDN (Rekening Dana Nasabah), sehingga akan memudahkan investor untuk berinvestasi di pasar modal. Kami juga sudah memiliki fasilitas penyelesaian transaksi melalui Bank Indonesia,” paparnya. (az)