Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mencatat, hilirisasi industri telah berjalan di berbagai sektor, di Kabupatan Morowali, Sulawesi Tengah.
Antara lain pertambangan. “Contohnya di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel,” kata Kepala BPSDMI (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri) Kemenperin, Arus Gunawan, secara tertulis pada kemarin malam.
Sebagai gambaran, harga nickel ore kalau dijual hanya sekitar USD40-60, sedangkan ketika sudah menjadi stainless steel harganya bisa di atas USD2000.
Sementara itu, nilai ekspor produk dari Kawasan Industri Morowali, sudah mampu menembus USD4 miliar, baik itu pengapalan produk hot rolled coil maupun cold rolled coil ke Amerika Serikat dan China.
“Kontribusi Kawasan Industri Morowali, juga diperlihatkan dari capaian investasi yang signfikan, lebih dari USD5 miliar dan jumlah penyerapan tenaga kerja melampaui 30.000 orang,” kata dia.
BPSDMI melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam rangka mewujudkan program Pendidikan Setara Diploma Satu Vokasi Industri. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing.
Bupati Morowali, Taslim, mengatakan, kerja sama dengan Kemenperin ini ditujukan sebagai upaya untuk pengembangan potensi daerah Kabupaten Morowali secara menyeluruh.
“Salah satunya adalah sektor pengolahan logam. Pemkab Morowali berkeinginan pula untuk mengembangan Sentra IKM untuk tekstil dan pengolahan ikan roa,” kata bupati tersebut.
