Jakarta, TopBusiness – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mempublikasikan pra penjualan kuartal IV/2021, naik 174% yoy menjadi Rp1,08 triliun dari Rp394 miliar pada kuartal IV/2020.
Demikian tercermin dari website lippokarawaci.co.id, di Jakarta.
Terlihat, penjualan pada periode ini dipimpin oleh perumahan tapak terjangkau yang merepresentasikan 63% dari total pra penjualan. Sebagai tambahan, permintaan inventaris apartemen yang belum lama ini selesai konstruksinya, juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif. Pada 4Q21, perusahaan juga menjual kavling tanah RSUS kepada Siloam senilai Rp125 miliar dan tanah industri senilai Rp71 miliar.
Akibat dari permintaan yang kuat dari semua tipe produk, LPKR berhasil membukukan kenaikkan pra penjualan sebesar 86% YoY menjadi Rp4,96 triliun. Angka ini di atas target pra penjualan yang sudah direvisi naik sebesar Rp4,2 triliun.
Manajemen menargetkan pra penjualan di tahun 2022 agar bisa naik sebesar 5% menjadi Rp5,2 triliun dengan 73%-nya merupakan kontribusi dari LPKR sebagai perusahaan induk, dibandingkan dengan 75% dari perusahaan induk pada tahun 2021.
Marketing sales pada tahun 2022 dapat ditopang oleh
1) peluncuran rumah tapak terjangkau,
2) penetrasi pasar yang lebih dalam agar mencakup juga segmen nasabah dengan penghasilan lebih tinggi,
dan 3) kenaikkan permintaan untuk unit inventaris apartemen.
