Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama PT Bukit Asam, Tbk., Arsal Ismail, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung hilirisasi batubara menjadi DME (dymethil ether).
Untuk itu, Bukit Asam menggelar ground breaking proyek DME di Kawasan Industri Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan, yang merupakan kerja sama dengan Pertamina dan Air Products and Chemicals.
Arsal, dalam keterangan tertulis hari ini, menjelaskan bahwa proyek tersebut dilakukan selama 20 tahun. Dengan total investasi USD2,1 miliar. “Atau, setara dengan Rp30 triliun,” katanya.
Dijelaskannya bahwa dengan utilisasi batu bara sebanyak 6 juta ton per tahun, proyek tersebut menghasilkan 1,4 juta ton DME dalam setahun.
Dalam proyek tersebut, batu bara kalori rendah akan dikonversi menjadi syngasdan diproses menjadi methanol, untuk selanjutnya menghasilkan DME sebagai alternatif pengganti LPG.
Arsal mengatakan lagi, “Proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia mengurangi ketergantungan ke impor LPG.”
