Jakarta-Thebusinessnews. Badan Pusat Statistik (BPS ) mengumumkan inflasi tahun kalender Desember 2014 – Desember 2015 sebesar 3,35 persen. Besaran itu dibawah target pemerintah dan Bank Indonesia dikisar 4 persen plus minus 1 persen.
Ekonom Universitas Padjajaran, Ina Primiana Syinar mengatakan besaran inflasi itu lebih disebabkan turunnya daya beli masyarakat. Turunya daya beli itu dipengaruhi oleh LPE ( Laju Pertumbuhan Ekonomi ) turun karenanperlambatan ekonomi.
“Sehingga demand terjaga ” ujardia saat diminta pendapatnya soal besar inflasi sepanjang tahun 2015. Di Jakarta, Senin, 4 Januari 2015.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo mengatakan pihaknya sebetulnya optomis dibawah 3,3 persen ” Kami perkirakan dibawah 3, 3 persen.” Ujar dia
Namun masih ada faktor penekan inflasi yakni di komoditas holtikultura dan pangan.” khususnya yang terkait dengan daging ayam dan telur ayam cukup meningkat.” Ujar Agus.
Kedepan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah. Agar pengendalian inflasi tetap terjaga, terutama untuk memperbaiki sisi penawaran.Khususnya
Untuk pangan strategis seperti beras, holtikuktura dan komoditas yang harganya di tentukan pemerintah atau administer price.
“Jadi kita persiapkan lebih baik sehingga inflasi tahun 2016 dikisara 4 persen plus minus satu persen akan bisa kita capai.”ujar Agus. (Az